
TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Penguatan konsep Berau Pesona melalui pengembangan sektor pariwisata yang terintegrasi dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapat dukungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau.
Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Wakil Rakyat asal Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Agus Uriansyah, dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Teluk Bayur, Sabtu (7/2/2026) lalu. “Pemikiran saya, penguatan identitas daerah tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi harus dibarengi dengan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat secara nyata,” ungkapnya.
Anggota DPRD Berau itu juga menilai, seluruh potensi yang dimiliki Bumi Batiwakkal harus dihidupkan dan dikelola secara terpadu. Ia menegaskan bahwa sektor pariwisata tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan UMKM dan produk lokal yang kuat. “Pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif harus berjalan bersama agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya ramai di satu sektor saja,” ujarnya lagi.
Masih menurutnya, kehadiran UMKM di kawasan wisata akan memberikan nilai tambah bagi wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar. Produk kuliner, kerajinan, hingga hasil olahan lokal dinilai mampu menjadi daya tarik tersendiri jika dikemas dan dipromosikan dengan baik. “Kalau wisata hidup, UMKM juga harus ikut hidup. Di situlah ekonomi masyarakat bergerak,” kata Agus.
Dirinya juga menyoroti pentingnya promosi produk lokal Kota Sanggam agar mampu menembus pasar yang lebih luas. Agus menyebutkan bahwa beberapa komoditas unggulan daerah memiliki peluang besar untuk dikembangkan, bahkan hingga ke pasar nasional dan ekspor. “Kita punya potensi produk yang luar biasa. Ini peluang besar yang harus kita dorong bersama agar dikenal lebih luas,” jelas Dewan dari Komisi II Legeslatif Berau itu.
Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa penguatan Berau Pesona memerlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Pemerintah daerah, DPRD, pelaku UMKM, hingga masyarakat. Menurutnya, tanpa sinergi yang kuat, potensi besar yang dimiliki Bumi Batiwakkal tidak akan optimal. “Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Semua harus duduk bersama, menyatukan visi, dan bergerak ke arah yang sama,” tegasnya.
Ia juga menilai bahwa dalam kondisi efisiensi anggaran, kolaborasi dan kreativitas justru menjadi kunci utama. Agus berharap, berbagai program pengembangan pariwisata dan UMKM dapat dirancang secara inovatif tanpa membebani keuangan daerah, namun tetap memberikan hasil maksimal. “Efisiensi bukan alasan untuk berhenti, tapi justru mendorong kita lebih kreatif dan mandiri,” katanya.
Agus menegaskan DPRD Berau akan terus mendukung kebijakan dan program Pemerintah daerah yang sejalan dengan penguatan Berau Pesona. Ia berharap, sinergi pariwisata dan UMKM mampu meningkatkan pendapatan daerah sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat. “Semoga apa yang kita lakukan ini benar-benar membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan masa depan Berau,” imbuhnya. (Adv/Nht/Sof)