DPRD Berau Nilai Inovasi Infrastruktur Lebih Efektif Dibanding Pemaksaan Aturan

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau, Rahman, menilai pendekatan inovatif dalam pembangunan infrastruktur jauh lebih efektif dibandingkan penerapan aturan yang bersifat memaksa. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat akan lebih mudah terjadi apabila didorong melalui desain, kenyamanan, dan konsep pembangunan yang tepat sasaran.

Rahman menyampaikan bahwa selama ini masih terdapat pola pembangunan yang cenderung mengandalkan aturan ketat tanpa memperhatikan sisi kenyamanan dan kebiasaan masyarakat. Padahal, kata dia, infrastruktur yang dirancang dengan baik justru mampu mengarahkan masyarakat untuk tertib tanpa harus merasa dipaksa.

“Ketika masyarakat merasa nyaman, mereka akan mengikuti dengan sendirinya aturan yang telah di tetapkan,” katanya baru baru ini saat berjumpa di Musrenbang Teluk Bayur.

Ia mencontohkan bagaimana inovasi sederhana dalam desain infrastruktur dapat memberikan dampak besar. Pembangunan tidak hanya soal fungsi teknis semata, tetapi juga harus memperhatikan estetika, keamanan, dan nilai tambah bagi masyarakat. Kalau infrastrukturnya nyaman dan menarik, masyarakat otomatis akan memanfaatkannya sesuai tujuan.

Dirinya menilai, pendekatan pembangunan yang terlalu kaku dan normatif justru berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran. Penerapan aturan yang bersifat memaksa seringkali membutuhkan biaya tambahan untuk pengawasan maupun penertiban.

“Padahal dengan sedikit inovasi, hasil yang dicapai bisa sama bahkan lebih baik,” tuturnya lagi.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa inovasi dalam pembangunan infrastruktur juga berkaitan erat dengan efisiensi anggaran daerah. Di tengah kebijakan efisiensi yang sedang berjalan, Pemerintah daerah dituntut untuk lebih kreatif dalam merancang program pembangunan.

“Bukan soal besar kecilnya anggaran, tapi bagaimana anggaran itu digunakan secara cerdas,” tambah Tokoh politik dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Rahman juga menekankan pentingnya menyesuaikan konsep infrastruktur dengan karakter dan kebutuhan masyarakat setempat. Setiap wilayah di Kabupaten Berau, menurutnya, memiliki kondisi sosial dan geografis yang berbeda. Oleh karena itu, perencanaan pembangunan tidak bisa diseragamkan.

“Yang paling penting adalah tepat guna dan benar-benar dibutuhkan masyarakat,” jelas Dewan yang juga merupakan Anggota Komisi III lembaga legeslatif Kota Sanggam tersebut.

Ia berharap, ke depan Pemerintah daerah semakin berani menerapkan konsep-konsep inovatif dalam pembangunan infrastruktur, baik di kawasan perkotaan maupun perkampungan. Inovasi tersebut diharapkan mampu menciptakan perubahan perilaku masyarakat secara alami dan berkelanjutan.

Rahman menegaskan DPRD Berau siap mendukung kebijakan pembangunan yang mengedepankan inovasi, efisiensi, dan kualitas. Menurutnya, infrastruktur yang baik bukan hanya berdiri secara fisik, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat. “Kalau infrastrukturnya tepat, masyarakat akan merasakan dampaknya secara langsung,” imbuhnya mengakhiri. (Adv/Nht/Sof)

www.swarakaltim.com @2024