Abrasi di Maratua Semakin Mengkhawatirkan, Perlu di Bangunkan Penahan Gelombang

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Melalui kegiatan Reses I tahun 2026 Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau, Liliansyah ke Kecamatan Maratua, khususnya Kampung Teluk Harapan baru baru ini, hal yang mendesak untuk segera di perjuangkan terkait penguatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta pembangunan penahan gelombang guna mengatasi abrasi pantai.

Menurutnya, dampak abrasi pantai kian dirasakan masyarakat. Sehingganya warga berharap adanya pembangunan penahan gelombang sebagai langkah mitigasi untuk melindungi permukiman dan fasilitas umum telah terbangun.

“Aspirasi soal penahan abrasi pantai hal urgen harus segera di realisasikan. Ini menyangkut keselamatan rumah warga dan keberlanjutan aktivitas masyarakat di pesisir,” ungkap Liliansyah. Ia menegaskan, “Permintaan ini menjadi catatan penting yang akan kami kawal di tingkat pembahasan anggaran,” ujarnya lagi.

Lanjutnya, penanganan abrasi tidak bisa ditunda karena berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat dan sektor pariwisata Maratua.

“Jika abrasi dibiarkan, maka bukan hanya lingkungan yang terancam, tetapi juga ekonomi masyarakat yang bergantung pada wilayah pesisir,” katanya. “Karena itu, pembangunan penahan gelombang harus direncanakan secara matang dan berkelanjutan,” tambahnya.

UMKM Wilayah Pesisir Perlu Suport OPD Teknis

Kemudian dalam reses dirinya di Maratua, mencuat juga terkait UMKM. Sektor tersebut menurutnya menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang harus mendapat perhatian serius Pemerintah daerah.

“Masyarakat meminta dukungan nyata bagi UMKM wilayah pesisir, terutama Maratua, baik dari sisi permodalan, pelatihan, hingga pemasaran produk lokal,” katanya. Ia menambahkan, “Kami melihat langsung betapa diandalkannya usaha kecil di wilayah pesisir dalam penopang ekonomi keluarga,” tutur Liliansyah lagi.

Beliau menilai, pengembangan UMKM di kawasan kepulauan memiliki peran strategis karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan Masyarakat dan pengembangkan sektor pariwisata.

“UMKM harus menjadi prioritas. Kalau pelaku usaha kecil diberdayakan, maka ekonomi kampung akan bergerak dan ketahanan ekonomi masyarakat semakin kuat,” tegasnya. “Kami akan mendorong program yang menyentuh langsung kebutuhan pelaku usaha di Teluk Harapan,” lanjutnya.

Liliansyah memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan dalam reses akan diperjuangkan melalui mekanisme resmi di DPRD. “Setiap masukan masyarakat akan kami bawa dalam pembahasan bersama Pemerintah daerah agar bisa direalisasikan sesuai prioritas Pembangunan. Reses ini menjadi komitmen kami untuk memastikan suara masyarakat pesisir benar-benar didengar dan ditindaklanjuti,” pungkasnya. (Adv/Nht/Sof)

www.swarakaltim.com @2024