BALIKPAPAN,Swarakaltim.com.
Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) resmi menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) pada Senin (16/2/’2026) di Balikpapan. Forum strategis ini menjadi ajang konsolidasi besar bagi seluruh pengurus daerah untuk menyamakan visi dan mengakselerasi mutu pendidikan lembaga Sekolah Islam Terpadu di Benua Etam.
Dalam sambutannya, Ketua JSIT Indonesia Wilayah Kalimantan Timur, Agus Salim Razak, M.Pd., Gr., menegaskan bahwa Mukerwil tahun ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum krusial untuk melakukan lompatan besar.
”Momentum ini adalah tempat merefleksikan diri, melihat kondisi kita, melihat kesempatan kita, melihat potensi dan menilik apa kelemahan kita. Mukerwil adalah titik berangkat kita untuk bergerak lebih progresif. Kita tidak ingin hanya berjalan di tempat, tapi ingin melaju lebih jauh dari titik awal sekarang demi mewujudkan pendidikan Islam yang unggul,” ujar Agus Salim.
Dalam arahannya, Agus Salim memaparkan poin utama yang menjadi fokus perumusan kebijakan JSIT ke depan. Asesmen Riil Kekuatan Daerah, melakukan evaluasi mendalam terhadap sumber daya dan capaian di setiap daerah sebagai pijakan perencanaan yang akurat.
Pemetaan Potensi Lokal, menggali keunggulan spesifik tiap wilayah agar sekolah-sekolah SIT dapat tumbuh sesuai dengan karakter dan kearifan lokalnya.
Sinkronisasi Kebijakan, menyelaraskan arahan dari tingkat wilayah dengan realita di lapangan agar setiap program kerja bersifat aplikatif dan solutif.
Rumusan kebijakan tepat guna, memastikan produk kebijakan yang dihasilkan bersifat realistis dan memberikan dampak langsung bagi pengembangan mutu guru serta siswa.
*Menuju Pendidikan Islam yang Unggul*
Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan pengurus JSIT dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Timur ini diharapkan mampu melahirkan terobosan baru dalam pengelolaan sekolah Islam terpadu. Dengan sinergi yang kuat antara kebijakan wilayah dan eksekusi di daerah, JSIT optimistis dapat terus menjadi pionir dalam mencerdaskan kehidupan bangsa menuju Indonesia Emas tahun 2025.
Melalui Mukerwil ini, JSIT Indonesia Wilayah kaltim berharap kolaborasi antara pengurus wilayah dan daerah semakin solid. Sinkronisasi kebijakan menjadi harga mati agar setiap inovasi pendidikan yang dirancang dapat dirasakan manfaatnya oleh siswa, guru, dan orang tua di seluruh pelosok Kalimantan Timur.
”Kita ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang kita rumuskan hari ini benar-benar menyentuh kebutuhan sekolah-sekolah kita di daerah,” tutup Agus Salim dalam sesi pembukaan tersebut.(*/pr)