UMKM, Dermaga dan Penggunaan Bom Ikan di Tanjung Batu Menjadi Perhatian DPRD

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Kabupaten Berau. Namun ternyata, hingga sekarang, masih ada beberapa sektor di kampung tersebut perlu mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.

Sektor di bidang apa saja? Menurut Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bumi Batiwakkal, Liliansyah, yang urgen dan harus segera ditindaklanjuti berdasarkan pandangan dirinya melalui kegiatan reses barusan digelar di Tanjung Batu terkait infrastruktur lingkungan, penguatan usaha mikro kecil menengah (UMKM), perbaikan dermaga, hingga masih adanya nelayan menggunakan bom ikan.

“Dalam hal infrastruktur lingkungan, keluhan paling banyak kami dengar adalah kondisi jalan gang yang rusak dan belum memadai. Jalan lingkungan ini menyangkut aktivitas harian warga, mulai dari akses ke rumah, sekolah, sampai distribusi barang kebutuhan. Kalau jalan gang diperbaiki, mobilitas warga akan lebih lancar dan ekonomi lokal ikut bergerak,” kata Liliansyah.

Selain infrastruktur, penguatan pelaku UMKM di wilayah pesisir masih sangat memerlukan perhatian. Khusunya UMKM di Tanjung Batu punya potensi besar, tapi perlu dukungan nyata seperti pelatihan, akses permodalan, dan pemasaran. Masyarakat berharap usaha kecil mereka bisa berkembang dan menjadi sumber penghasilan utama. Warga ingin UMKM lokal tumbuh kuat dan tidak tertinggal.

Hal dermaga, ternyata yang warga keluhkan kondisi dermaga tertua di RT 01 yang menjadi akses vital transportasi laut warga. Setempat, bukan dermaga utama di kampung tersebut. Fasilitas yang dimaksudkan warga, dermaga sudah lama digunakan Masyarakat, namun kondisinya sekarang perlu perbaikan. Aktivitas keluar masuk orang dan barang sangat bergantung pada fasilitas ini di Tanjung Batu.

“Kalau dermaga diperbaiki, aktivitas masyarakat pesisir akan jauh lebih aman dan nyaman,” lanjutnya.

Dewan asal Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu menyoroti persoalan penggunaan bom ikan yang dinilai merusak ekosistem laut dan merugikan nelayan tradisional. Ternyata sampai sekarang di perairan laut Tanjung Batu masih ada yang menggunakan bom ikan. Menyikapi hal ini warga meminta pengawasan terhadap praktik bom ikan harus diperketat oleh Instansi teknis di lapangan.

“Laut adalah sumber kehidupan warga pesisir, jadi harus dijaga bersama. Kalau dibiarkan, dampaknya bukan hanya pada lingkungan, tapi juga masa depan ekonomi nelayan,” tegas Liliansyah. (Adv/Nht/Sof)

www.swarakaltim.com @2024