SAMARINDA, Swarakaltim.com – Momentum penting terjadi di lingkup Pemerintah Kota Samarinda. Tepat ba’da salat Ashar, Rabu (1/4/2026), Wali Kota Samarinda Andi Harun mengumumkan penunjukan Neneng Chamelia Shanti sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda.
Neneng menggantikan pejabat sebelumnya, Hero Mardanus Satyawan, sekaligus mencatatkan sejarah personal yang sarat makna. Ia mengikuti jejak sang ayah, almarhum H. Mardiansjah Marhat, yang juga pernah menjabat sebagai Sekda Kota Samarinda.
Jejak birokrasi yang kini mencapai puncak tersebut bukanlah perjalanan instan. Neneng dikenal sebagai sosok yang tumbuh dari lingkungan pemerintahan dengan disiplin kuat dan rekam jejak panjang di berbagai perangkat daerah strategis.
Kariernya dimulai dari sektor teknis pembangunan kota. Ia pernah bertugas di Dinas Permukiman dan Pengembangan Kota Samarinda sejak 2002, kemudian berlanjut di Dinas Cipta Karya dan Tata Kota selama hampir satu dekade. Pengalaman tersebut membentuk fondasi kuat dalam bidang tata ruang dan infrastruktur perkotaan.
Pada 2017 hingga 2019, ia melanjutkan pengabdiannya di Dinas Perumahan dan Permukiman, sebelum sempat bertugas di Bappeda Kota Samarinda pada 2019. Kariernya terus menanjak saat dipercaya mengemban peran strategis di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Puncak kepercayaan datang ketika ia menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda selama hampir tiga tahun. Jabatan terakhirnya sebelum menjadi Sekda adalah Inspektur Kota Samarinda, posisi yang menuntut integritas tinggi dalam pengawasan pemerintahan.
Dari sisi pendidikan, Neneng merupakan lulusan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat, serta melanjutkan pendidikan di Universitas Mulawarman Samarinda. Latar belakang teknik ini menjadi bekal penting dalam memahami dinamika pembangunan kota secara komprehensif.
Namun, kiprah Neneng tak hanya terbentuk dari dunia birokrasi. Sejak muda, ia telah menorehkan prestasi membanggakan. Alumni SMA Negeri 2 Samarinda ini pernah menginjakkan kaki di Istana Merdeka pada tahun 1990, saat mengikuti Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-45.
Kesempatan tersebut diraihnya sebagai peraih penghargaan siswa teladan nasional tingkat SMTP—sebuah pencapaian prestisius yang menandai kualitas kepemimpinan dan kedisiplinan sejak usia dini.
Dengan latar belakang keluarga birokrat, rekam jejak karier yang panjang, serta prestasi sejak remaja, penunjukan Neneng Chamelia Shanti sebagai Sekda dinilai sebagai perpaduan antara pengalaman, kapasitas, dan kesinambungan nilai pengabdian.
Kini, publik menaruh harapan besar agar ia mampu memperkuat tata kelola pemerintahan, menjaga integritas birokrasi, serta mengakselerasi pembangunan Kota Samarinda ke arah yang lebih maju dan berkelanjutan.(doni ari wardana/berbagai sumber)