DPRD Berau Tekankan Pentingnya Jalan Usaha Tani Dongkrak Produktivitas Petani

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Pembangunan jalan usaha tani sekarang ini menjadi kebutuhan mendesak sebagai infrastruktur pendukung dalam mendongkrak produktivitas petani lokal. Oleh sebab itu, setiap investasi dan program pembangunan di Kabupaten Berau harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya sektor pertanian.

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bumi Batiwakkal, Ahmad Rifai dalam obrolan singkat di kantor DPRD Jl Gatot Subroto, Tanjung Redeb baru baru ini.

Akses jalan yang memadai menjadi kebutuhan paling krusial bagi para petani. Banyak aspirasi yang masuk terkait sulitnya proses distribusi hasil panen akibat kondisi jalan yang rusak atau belum tersedia sama sekali. Situasi ini dinilai menghambat daya saing petani dan meningkatkan biaya operasional mereka.

“Para petani bukan meminta hal yang muluk-muluk. Mereka hanya butuh akses jalan yang layak supaya hasil panen bisa dibawa keluar tanpa hambatan,” ujar Wakil Rakyat dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.

Dia juga menegaskan bahwa keberadaan jalan usaha tani bukan hanya mempermudah mobilitas petani, tetapi juga mendorong efektivitas rantai pasok serta mempercepat alur pemasaran. Menurut Rifai, tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, potensi pertanian Berau tidak akan berkembang secara optimal meski kualitas sumber daya manusia di kalangan petani cukup baik.

Selain menyoroti infrastruktur, Rifai juga mendorong petani untuk membentuk kelompok usaha tani agar penyampaian aspirasi lebih tertata dan mudah diperjuangkan. Dengan struktur kelompok yang jelas, pemerintah daerah dapat memetakan kebutuhan prioritas dan memberikan intervensi secara tepat sasaran.

“Ketika petani terorganisir, pemerintah lebih mudah mengarahkan bantuan, melakukan pendataan, dan menentukan lokasi yang harus mendapatkan penanganan lebih dulu,” terangnya.

Rifai menilai bahwa daerah dengan konsentrasi profesi petani memang sewajarnya menginginkan dukungan penuh dari pemerintah. Ia menegaskan bahwa pembangunan jalan usaha tani merupakan bentuk keberpihakan pemerintah yang paling nyata dalam mendorong kesejahteraan masyarakat agraris.

Beliau berharap Pemerintah daerah dapat mempercepat realisasi pembangunan jalan usaha tani di berbagai wilayah yang telah mengajukan permohonan, terutama wilayah-wilayah yang selama ini mengalami kendala akses. Rifai menilai bahwa percepatan tersebut akan berdampak langsung pada ekonomi lokal dan menjadi bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur berjalan tepat sasaran.

“Kalau ingin sektor pertanian tumbuh, infrastrukturnya harus dibenahi terlebih dahulu. Petani sudah menyampaikan kebutuhannya dengan jelas, sekarang tinggal bagaimana pemerintah merespons,” tutupnya.  (Adv/Nht/Bin)

www.swarakaltim.com @2024