
TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau, Rudi P Mangunsong, menekankan urgensi penguatan sektor pariwisata lokal dengan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Meningkatnya kunjungan wisata ke berbagai destinasi di Bumi Batiwakkal musim liburan beberapa waktu terakhir menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, dia mengingatkan bahwa euforia peningkatan jumlah wisatawan tidak boleh membuat Pemerintah daerah mengesampingkan kualitas layanan yang menjadi tulang punggung industri pariwisata.
“Lonjakan kunjungan ini adalah peluang besar, tetapi jangan hanya terfokus pada angka. Pelayanan yang baik harus menjadi pondasi utama jika kita ingin wisatawan kembali lagi,” tegasnya saat di wawancarai di kantor Dewan Jl Gatot Subroto, Tanjung Redeb, Selasa (31/3/2026) lalu.
Disini titik pentingnya tambah Rudi yakni melibatkan UMKM lokal dalam rantai ekonomi pariwisata. Menurutnya, sektor UMKM dapat menjadi penopang utama aktivitas wisata, misalnya melalui penyediaan kuliner lokal, kerajinan tangan, dan jasa pendukung lainnya. Keterlibatan UMKM dinilai mampu menciptakan efek ekonomi berantai yang lebih merata ke masyarakat.
“Kita sering bicara tentang pariwisata berkembang, tetapi kalau masyarakatnya tidak ikut merasakan dampaknya, berarti ada yang tidak tepat. UMKM harus disiapkan agar mendapat ruang di setiap destinasi,” ungkapnya lagi.
Di sisi lain, Rudi menilai peningkatan kualitas sumber daya alam (SDM) pelaku UMKM juga perlu menjadi perhatian Pemerintah daerah. Dia menekankan bahwa tanpa pelatihan dan pendampingan, pelaku usaha lokal akan kesulitan menyesuaikan diri dengan standar pelayanan wisata yang semakin kompetitif.
“Pelaku UMKM harus diberi pembinaan, baik soal higienitas, manajemen usaha, maupun pemasaran. Tanpa itu, mereka sulit bersaing dan keberadaan mereka tidak akan optimal,” ucapnya.
Dirinya berharap Intansi teknis dapat memanfaatkan momentum ini untuk menyusun langkah strategis jangka panjang, bukan sekadar respons sesaat terhadap pertumbuhan wisata. Jika manajemen dilakukan dengan serius dan konsisten, maka sektor pariwisata Berau tidak hanya berkembang, tetapi juga mampu menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah.
“Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan masyarakat, sektor wisata kita bisa melonjak lebih jauh. Tapi semua itu harus dibangun di atas manajemen layanan yang profesional,” tandasnya.
Melalui penekanan tersebut, Rudi berharap pengembangan wisata di Kabupaten Berau menjadi lebih terarah, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal sebagai bagian dari pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (Adv/Nht/Bin)