Disdikbud Samarinda Petakan Kekurangan 706 Guru hingga Akhir Tahun 2026

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda mengidentifikasi adanya kebutuhan tenaga pendidik yang cukup besar untuk mencapai angka ideal pelayanan pendidikan. Berdasarkan pemetaan terbaru, diperkirakan Kota Samarinda masih akan mengalami kekurangan sekitar 706 orang guru hingga akhir Desember 2026 mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Samarinda, Ibnu Araby, menjelaskan bahwa angka kekurangan tersebut dipicu oleh adanya tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun serta guru yang berhalangan tetap setiap bulannya. Hal ini disampaikan usai melakukan rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPRD Samarinda di Kantor DPRD Samarinda, Selasa (5/5/2026).

“Kalau dihitung sampai bulan Desember 2026 ini kurang lebih kurangnya 706 orang guru,” ungkap Ibnu Araby.

Meskipun saat ini operasional sekolah masih terbantu oleh keberadaan guru honorer dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), tantangan utama tetap berada pada ketersediaan guru kelas.

Ibnu menilai ketidakhadiran guru kelas di sekolah dapat berdampak langsung pada terhentinya proses belajar mengajar bagi siswa di dalam ruangan.

“Yang jadi masalah ini guru kelas. Kalau guru kelasnya itu tidak ada, berarti murid itu tidak ada gurunya di ruang kelas,” jelas Ibnu.

Upaya pemenuhan tenaga guru disebut masih terkendala oleh regulasi pengangkatan aparatur sipil negara yang merupakan kewenangan pemerintah pusat serta pertimbangan anggaran daerah.

Ibnu menyatakan bahwa koordinasi dengan pusat sangat diperlukan agar daerah memiliki ruang untuk memenuhi kebutuhan guru.

“Maunya kami jumlah guru itu terpenuhi, tapi ini terkait lagi anggaran dan regulasi,” pungkasnya.(DHV)

www.swarakaltim.com @2024