May Day 2026, Perempuan Mahardhika Samarinda Soroti Janji 19 Juta Lapangan Kerja

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Samarinda diwarnai aksi protes dari Perempuan Mahardhika Samarinda. Organisasi ini mengkritik tajam kondisi kerja perempuan yang dinilai masih mengalami diskriminasi upah serta menagih janji pemerintah pusat terkait penciptaan 19 juta lapangan kerja.

​Dalam pernyataan sikapnya, Perempuan Mahardhika menilai bahwa negara masih gagal menghadirkan ruang kerja yang aman dan bermartabat, terutama bagi kaum perempuan yang sering kali tersingkir dari sektor formal.

​”Hari ini, perempuan pekerja dipaksa menerima kondisi kerja apa pun demi bertahan hidup, mulai dari kontrak yang tidak pasti, tanpa jaminan sosial, hingga upah murah yang menghina kemanusiaan. Janji 19 juta lapangan kerja itu terus kami pertanyakan karena realitanya rakyat justru semakin sulit mencari pekerjaan yang tetap dan manusiawi,” ujar Koordinator Perempuan Mahardhika Samarinda dalam rilis resminya, Jumat (1/5/2026).

​Selain masalah lapangan kerja, mereka juga menyoroti proses rekrutmen yang masih sarat akan prasangka patriarki. Perempuan disebut sering disaring berdasarkan standar fisik, status pernikahan, hingga usia, bukan berdasarkan kompetensi profesional.

​Situasi tersebut dinilai menempatkan perempuan, terutama kelompok disabilitas dan ibu tunggal, dalam posisi yang rentan eksploitasi di dunia kerja.(DHV)

www.swarakaltim.com @2024