Teks: Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda Riska Wahyuningsih (diapit Ketua TP PKK Samarinda Rinda Wahyuni Andi Harun dan Kepala DP2KB Samarinda drg Deasy Evriyani) saat Rakor Percepatan Aksi Bangda dan Gerakan Intervensi Stunting Serentak di Aula Sekretariat TP PKK Samarinda
SAMARINDA, Swarakaltim.com — Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Riska Wahyuningsih, memperkuat dukungan terhadap pencegahan stunting melalui program Pokok Pikiran (Pokir) yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat di tingkat kelurahan.
Program tersebut diusulkan pada 2025 dan direalisasikan pada 2026, dengan fokus pada penguatan layanan dasar Posyandu.
Melalui Pokir-nya, Riska merealisasikan pembangunan tiga Posyandu serta pengadaan alat ukur dan alat timbang di 59 kelurahan di Kota Samarinda.
“Melalui Pokir saya, kami membantu agar program pencegahan stunting ini bisa berjalan lebih lancar. Tahun ini kami membangun tiga Posyandu dan memfasilitasi alat ukur serta alat timbang di 59 kelurahan,” ujar Riska kepada wartawan usai mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Aksi Bangda dan Gerakan Intervensi Stunting Serentak di Aula Sekretariat TP PKK Samarinda, Rabu (29/4/2026).
Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Samarinda dalam menekan angka stunting yang pada 2025 tercatat 17,13 persen, lebih baik dari target nasional sebesar 18 persen.
Menurutnya, penguatan sarana dan prasarana Posyandu menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan, khususnya dalam pemantauan tumbuh kembang balita secara akurat dan berkelanjutan.
Dengan ketersediaan alat ukur yang standar, proses deteksi dini risiko stunting dapat dilakukan lebih cepat sehingga intervensi menjadi lebih tepat sasaran.
“Harapannya tentu stunting di Kota Samarinda bisa habis, terhapus,” tegasnya.
Riska juga menekankan pentingnya kolaborasi antara DPRD, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam memperkuat upaya pencegahan stunting.
Dengan dukungan fasilitas yang semakin merata hingga tingkat kelurahan, ia optimistis penanganan stunting di Samarinda dapat berjalan lebih efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia pun berharap, langkah kecil yang dimulai dari penguatan Posyandu dan kelurahan ini dapat menjadi fondasi besar dalam menciptakan generasi Samarinda yang lebih sehat, kuat, dan bebas stunting di masa depan.(dho)