SAMARINDA, Swarakaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kian mematangkan langkah konkret penguatan infrastruktur strategis dalam menyongsong kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN). Melalui dukungan penuh dari Japan International Cooperation Agency (JICA), pemerintah daerah kini fokus menggodok konsep Tri City yang mengolaborasikan pengembangan wilayah antara Samarinda, Balikpapan, dan IKN.
Dalam skema kolaborasi tiga kota tersebut, Kota Samarinda secara khusus diproyeksikan untuk mengambil peran sentral dalam peta ekonomi baru. Kota Tepian ditargetkan menjadi pusat penyedia jasa, urat nadi perdagangan, serta koridor distribusi logistik utama guna menopang segala aktivitas di ibu kota baru.
“Konsep Tri City ini dirancang agar ketiga wilayah tersebut saling melengkapi dalam mendukung aktivitas pemerintahan, logistik, hingga pelayanan publik di kawasan IKN,” ujar Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy.
Marnabas menjelaskan bahwa untuk merealisasikan target besar itu, Pemkot Samarinda telah menetapkan serangkaian program prioritas yang berfokus pada percepatan pembangunan infrastruktur perkotaan. Di antara berbagai sektor yang ada, peningkatan fasilitas penunjang arus logistik menjadi atensi utama yang paling digenjot.
Salah satu objek vital yang menjadi tumpuan utama pemerintah daerah dalam mengamankan jalur distribusi ini adalah kawasan perairan di Samarinda seberang. Pemkot Samarinda secara khusus mendorong optimalisasi dan perluasan daya tampung Pelabuhan Palaran agar siap menghadapi lonjakan aktivitas ekspedisi.
“Kami memperkuat fungsi terminal peti kemas di Pelabuhan Palaran agar mampu melayani kebutuhan logistik yang dipastikan akan meningkat seiring beroperasinya IKN,” tambah Marnabas.
Mengingat kompleksnya proyeksi pengembangan kawasan ini, Samarinda juga terus menyuarakan pentingnya kerja sama yang solid antardaerah secara regional. Pemkot Samarinda mengusulkan agar daerah tetangga seperti Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara (Kukar) turut dilibatkan secara aktif oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Menurut Marnabas, keterlibatan aktif Kukar dan PPU bernilai sangat vital karena kedua wilayah tersebut berbatasan langsung dan memiliki peran krusial dalam menyuplai kebutuhan dasar IKN. Sinergi lintas teritorial ini diperlukan agar tidak terjadi ketimpangan pembangunan antardaerah penyangga.
Melalui kemitraan terpadu di dalam payung Tri City ini, Samarinda optimistis mampu mentransformasikan diri menjadi hub ekonomi yang efisien, modern, dan berkelanjutan. Dampak positif dari perputaran ekonomi tersebut diharapkan tidak hanya berpusat di inti kota, melainkan ikut merangsang pertumbuhan kesejahteraan di seluruh wilayah Kalimantan Timur.(DHV)