Pindah ke Palaran Akhir Juli, 270 Siswa Baru Sekolah Rakyat Samarinda Mulai MPLS di Gedung Baru

SAMARINDA Swarakaltim.com – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Samarinda bersiap melakukan relokasi besar-besaran terhadap tiga Sekolah Rakyat rintisan yang ada di Kota Tepian. Seluruh aktivitas belajar mengajar dari ketiga sekolah tersebut akan dipindahkan secara terpusat ke gedung baru yang berlokasi di wilayah Kecamatan Palaran mulai akhir bulan Juli 2026.

Langkah strategis ini diambil guna memberikan fasilitas pembelajaran yang lebih representatif, terintegrasi, dan layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Pemindahan ini sengaja dikejar sebelum tahun ajaran baru bergulir penuh agar tidak mengganggu kesiapan adaptasi para siswa di lingkungan sekolah yang baru.

Kepala Dinsos PM Kota Samarinda, Mochammad Arif Surochman, mengonfirmasi bahwa pengerjaan fisik bangunan sekolah di Palaran terus dikebut agar dapat segera digunakan. Sesuai agenda penutupan masa pendaftaran, gedung baru tersebut diproyeksikan mulai beroperasi aktif saat pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Kami sampaikan bahwa tiga sekolah rintisan yang sebelumnya terpisah ini, semuanya akan dipindah ke gedung baru yang ada di Palaran. Sesuai dengan jadwal yang telah kami susun, pelaksanaan kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah di gedung baru tersebut akan resmi dimulai pada akhir bulan ini, tepatnya pada tanggal 31 Juli,” kata Mochammad Arif Surochman, Selasa 14/7/2026).

Arif menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan tersebut merupakan hasil kolaborasi intensif dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Pihak dinas bertindak sebagai eksekutif yang bertanggung jawab penuh terhadap manajemen rekrutmen siswa baru, penyediaan tenaga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), hingga pengawasan operasional harian sekolah.

“Secara fisik, bangunan sekolah yang dikerjakan oleh Satuan Kerja Kementerian Pekerjaan Umum tersebut sudah hampir rampung sepenuhnya di lapangan, dan kami optimis akhir bulan ini sudah siap 100 persen untuk digunakan. Untuk daya tampung, berdasarkan hasil rekrutmen dan pendaftaran terbaru, tercatat ada sebanyak 270 siswa baru yang telah berhasil kita jaring dan siap menempati gedung baru di Palaran tersebut,” sambung Arif Surochman.

Rencana relokasi massal dan pembukaan operasional sekolah ini turut mendapat perhatian serta pengawasan ketat dari jajaran legislatif di tingkat daerah. Pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda mendorong agar momentum pemindahan gedung baru ini dibarengi dengan penegakan akurasi data pendaftar agar program jaring pengaman sosial di sektor pendidikan tersebut tepat sasaran.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menekankan pentingnya menjaga keselarasan indikator ekonomi calon siswa dengan regulasi penerimaan yang berlaku. Puji mengingatkan bahwa Sekolah Rakyat ini didirikan khusus untuk memutus rantai kemiskinan, sehingga hanya anak-anak yang berada dalam kategori ekonomi sangat rentan yang berhak menempati fasilitas tersebut.

“Rencana pencanangan dan pembukaan program Sekolah Rakyat di gedung baru Palaran ini dijadwalkan pada tanggal 30 Juli mendatang, yang akan menampung kurang lebih 270-an murid baru ditambah dengan akumulasi murid-murid lama yang dipindahkan. Namun, yang perlu ditekankan adalah aspek kriteria penerimaan, di mana sesuai dengan petunjuk teknis yang ada, kuota Sekolah Rakyat ini hanya diperuntukkan bagi warga miskin yang terdaftar resmi pada skala Desil 1 sampai Desil 2,” kata Sri Puji Astuti.

Sri Puji Astuti menambahkan bahwa akurasi penetapan desil ini harus terus dievaluasi secara dinamis oleh instansi terkait karena pergerakan data kependudukan di Samarinda berjalan sangat cepat. Pihak legislatif berkomitmen untuk terus mengawal pemenuhan sarana dan prasarana penunjang di Palaran agar proses pemindahan ini tidak menyisakan kendala teknis yang dapat menghambat hak belajar para siswa baru.

“Kami meminta agar Dinas Sosial terus melakukan pembaruan data DTKS maupun data kemiskinan kedaerahan secara berkala setiap triwulan agar bantuan pendidikan dasar seperti ini benar-benar menyasar keluarga yang paling membutuhkan. Kami berharap relokasi ke Palaran ini dapat berjalan dengan mulus dan menjadi contoh nyata dari upaya pemerintah dalam menghadirkan pemerataan layanan pendidikan dasar yang berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Sri Puji Astuti.(DHV)

www.swarakaltim.com @2024