BALIKPAPAN,Swarakaltim.com. Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai mempersiapkan keikutsertaan kontingen pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur yang akan digelar di Kabupaten Paser pada 14–28 November 2026. Namun, penetapan anggaran masih menunggu terbitnya petunjuk teknis (juknis) dan Technical Handbook (THB) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan, Ratih Kusuma, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan KONI Balikpapan, untuk mendata atlet yang berpotensi diberangkatkan ke ajang olahraga terbesar di Kaltim tersebut.
Selain itu, komunikasi juga telah dilakukan dengan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kaltim agar petunjuk teknis dan Technical Handbook segera diterbitkan. Dokumen tersebut akan menjadi acuan penentuan jadwal pertandingan, nomor yang dipertandingkan, hingga kategori atlet yang akan dikirim.
“Kalau Technical Handbook sudah keluar, baru kita bisa menentukan cabang dan kategori yang akan diikuti. Tentunya yang menjadi prioritas adalah nomor-nomor yang memiliki peluang meraih medali,” ujar Ratih, pada hari Selasa, 21 Juli 2026.
Ia menjelaskan, besaran anggaran untuk Porprov belum dapat dihitung karena masih bergantung pada jumlah atlet, ofisial, kebutuhan akomodasi, penginapan, transportasi, hingga uang saku peserta yang akan diberangkatkan.
“Setelah datanya lengkap baru kita usulkan dalam bentuk anggaran. Semua masih dihitung secara rinci, termasuk penginapan, akomodasi, dan uang saku atlet selama bertanding,” katanya.
Ratih mengakui Balikpapan tidak akan mengirim atlet di seluruh 64 cabang olahraga yang dipertandingkan. Pemerintah bersama KONI akan memprioritaskan cabang olahraga yang dinilai memiliki peluang besar menyumbang medali.
Berkaca dari penyelenggaraan Porprov sebelumnya, kebutuhan anggaran kontingen Balikpapan diperkirakan berada di kisaran Rp15 miliar hingga Rp16 miliar, meski angka tersebut masih bersifat estimasi dan dapat berubah setelah data final atlet ditetapkan.
Di sisi lain, Disparpora juga tengah menyiapkan agenda promosi pariwisata melalui penyelenggaraan Perhimpunan Dokter Hewan Seluruh Indonesia (PDHI) yang akan berlangsung di Balikpapan pada 18–19 Oktober 2026. Kegiatan berskala nasional tersebut diperkirakan diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai daerah.
Momentum itu akan dimanfaatkan untuk memperkenalkan destinasi wisata Kota Balikpapan melalui program city tour, termasuk kunjungan ke sejumlah objek wisata unggulan serta kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai bagian dari strategi promosi daerah dan penguatan sektor pariwisata.( Adv Diskominfo Balikpapan)