BONTANG,Swarakaltim.com – Wali Kota Bontang Neni Moernaeni meminta para Bunda Literasi di tingkat kecamatan dan kelurahan tidak sekadar menjalankan kegiatan seremonial. Mereka diharapkan memiliki komitmen nyata untuk meningkatkan kualitas literasi, khususnya kemampuan membaca anak-anak di Kota Bontang.
Pesan tersebut disampaikan Neni saat mengukuhkan 18 Bunda Literasi se-Kota Bontang di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang, Sabtu (15/8/2026).
Sebanyak tiga Bunda Literasi tingkat kecamatan dan 15 Bunda Literasi tingkat kelurahan dikukuhkan untuk masa periode 2026–2031. Pengukuhan turut dihadiri Kepala DPK Kota Bontang Retno Febriaryanti, para camat, serta lurah se-Kota Bontang.
Neni mengatakan, literasi memiliki cakupan yang luas dan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis. Menurutnya, literasi juga mencakup kemampuan memahami berbagai aspek kehidupan, mulai dari membaca Al-Qur’an, ilmu pengetahuan, hingga pemahaman mengenai investasi.
“Literasi bukan hanya membaca dan menulis. Bagaimana kita memahami ilmu pengetahuan, membaca Al-Qur’an, sampai memahami investasi,” kata Neni.
Ia menilai keluarga menjadi lingkungan pertama yang memiliki peran penting dalam membangun budaya literasi sejak dini. Karena itu, kebiasaan membaca dan belajar perlu ditanamkan dari lingkungan keluarga sebelum berkembang ke lingkungan masyarakat.
Untuk itu, Neni meminta para Bunda Literasi dapat menjalankan perannya secara aktif di wilayah masing-masing. Salah satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah mendorong peningkatan kualitas membaca anak.
“Yang paling penting adalah komitmen bagaimana kualitas membaca anak-anak kita bisa meningkat,” ujarnya.
Selain pengukuhan Bunda Literasi, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan kampanye Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku (GESIT).
Neni berharap gerakan tersebut dapat berjalan beriringan dengan peningkatan budaya literasi. Masyarakat tidak hanya didorong menjadi lebih cerdas dan gemar membaca, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Dengan dikukuhkannya 18 Bunda Literasi tersebut, Pemkot Bontang berharap gerakan literasi semakin masif dan menjangkau masyarakat hingga tingkat kelurahan dan keluarga.
“Kami berharap Bunda Literasi mampu membentuk generasi Bontang yang memiliki kemampuan literasi sekaligus kepedulian terhadap lingkungan,” pungkasnya.(adv/rzky)