SAMARINDA,Swarakaltim.com – Hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, seharusnya menjadi kebanggaan dan rasa gembira bagi rakyat Indonesia. Tapi, hal itu tidak bagi Guru yang statusnya PPPK di Lingkungan Pemprov Kaltim, baik SMA, SMK sederajat.
Kenapa, hingga awal bulan dan sudah lewat setengah bulan, bahkan Hari Kemerdekaan pun mereka lewati. Ternyata, hati kesejahteraan mereka belum merdeka.
Pasalnya, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) mereka belum cair.
“Menyedihkan mas. Kami memang dituntut 24 jam pelajaran. Kerja hingga pukul 16.00 setiap hari, kecuali Jumat. Tapi, TPP saja sampai sekarang belum cair,” ucap Guru PPPK di daerah Jalan M Yamin yang enggan disebut namanya, Rabu 19 Agustus 2026.
Kepada media, guru tersebut menyampaikan aspirasinya, memang banyak tuntutan untuk guru agar terus belajar. Dan itu wajar. Namun demikian, jika kondisi itu tak sebanding dengan kesejahteraan para guru, maka tentu kondisi ini akan membuat para guru tidak lagi percaya terhadap kebijakan pemerintah daerah.
Guru tersebut pun menegaskan, kondisi tersebut atau lambatnya pencairan TPP itu sering dialami mereka. Bahkan setiap bulan.
“Terkadang, kita konfirmasi ke Dinas Pendidikan dianggap tak sabaran oleh staf mereka. Staf Disdik Kaltim mungkin enak saja bicara demikian, karena TPP mereka diawal bulan sudah terima,” tegasnya sembari menghembuskan nafas.
Menurut dia, guru terkadang disebut staf di Dinas Pendidikan enak saja mengajar. Tetapi, lanjut guru tersebut, mereka tidak mengetahui berapa anak yang diajar dengan berbagai karakter. Dan itu setiap hari.
“Karena itu, seharusnya kondisi seperti ini dievaluasi di unsur pimpinan Pemprov Kaltim. Kenapa kok guru malah diabaikan,” sebutnya. “Apakah, SDM Disdik yang mengelola keuangan kurang paham atau lambatnya unit kabupaten dan kota menginput data. Semua harus dievaluasi,” pesannya.
Sementara, Kepala BPKAD Kaltim H Achmad Muzakkir dikonfirmasi terkait kondisi tersebut menjelaskan, setiap pengajuan TPP tidak pernah mereka tunda.
“Jadi, semua pengajuan TPP dari OPD mana saja tidak pernah kita tunda. Termasuk TPP Guru melalui Disdik Kaltim,” ucap Muzakkir.(***/timsk)