TENGGARONG, Swarakaltim.com – Ada cara berbeda menikmati pesona Tenggarong, Kota Raja di Kalimantan Timur. Bukan sekadar bersepeda menyusuri jalan, sekitar 100 peserta Gowes Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim diajak menjelajah sejumlah ikon dan destinasi, bahkan menyeberangi Sungai Mahakam menggunakan ferry perahu.
Kegiatan yang digelar Sabtu (3/10/2026) ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pariwisata Dunia 2026 sekaligus upaya memperkuat promosi objek wisata di Kalimantan Timur.
Dari halaman Monumen Jam Bentong yang menjadi salah satu ikon Kota Tenggarong, peserta mulai berkumpul sejak pukul 07.00 WITA. Dari titik tersebut, perjalanan gowes pun dimulai dengan membawa peserta menikmati suasana Kota Raja sebelum melanjutkan perjalanan menuju sejumlah destinasi wisata.

Kepala Dispar Kaltim H. Muhammad Faisal mengatakan, Gowes Wisata di Tenggarong merupakan pelaksanaan kedua sepanjang 2026. Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar di Kota Samarinda.
“Untuk kedua kalinya kami gelar Gowes Wisata di Kaltim tahun 2026, kali ini di Kota Tenggarong, setelah sebelumnya di Kota Samarinda,” kata Faisal.
Bekerja sama dengan Dispar Kabupaten Kutai Kartanegara, kegiatan tersebut diikuti kurang lebih 100 peserta dari berbagai komunitas sepeda. Peserta tidak hanya berasal dari Tenggarong dan sekitarnya, tetapi juga datang dari Samarinda hingga Balikpapan.

“Bekerja sama dengan Dispar Kabupaten Kutai Kartanegara, Gowes Wisata ini diikuti kurang lebih sebanyak 100 peserta dari berbagai komunitas sepeda, bahkan ada yang berasal dari Samarinda dan Balikpapan,” lanjut Faisal.
Perjalanan semakin menarik karena rute gowes tidak hanya mengandalkan jalur darat. Peserta sempat mampir di Keraton dan Planetarium sebelum kemudian melanjutkan perjalanan dan menyeberangi Sungai Mahakam menggunakan ferry perahu.
Pengalaman tersebut menjadi pembeda Gowes Wisata edisi Tenggarong. Peserta bukan hanya mengayuh sepeda, tetapi juga menikmati perjalanan wisata dengan menyentuh langsung lanskap Sungai Mahakam yang menjadi bagian penting dari kehidupan dan perkembangan Kota Raja.
“Unik edisi Gowes ini, karena kami tidak hanya mengayuh sepeda di jalan raya, tapi juga menyeberangi Sungai Mahakam dengan ferry perahu,” ujar Faisal bersemangat.
Perjalanan kemudian berlanjut hingga titik finis di objek wisata Taman Seri, Tenggarong Seberang. Di lokasi tersebut, peserta tidak hanya mengakhiri perjalanan gowes, tetapi juga bersilaturahmi dengan komunitas paddle board.

Bagi Faisal, pertemuan dua komunitas tersebut menjadi bagian istimewa dari pelaksanaan Gowes Wisata kali ini. Selain menggerakkan aktivitas olahraga dan wisata, kegiatan tersebut juga membuka ruang interaksi antarkomunitas sekaligus memperluas jejaring promosi pariwisata.
“Jadi terasa istimewa edisi kali ini, kami bisa silaturahmi bersama komunitas sepeda dan paddle board, apalagi juga dibersamai dengan Plt Kadispar Kutai Kartanegara,” tutur Faisal.
Sementara itu, Plt Kadispar Kutai Kartanegara Awang Agus Darmawan menyambut baik pelaksanaan Gowes Wisata di Tenggarong. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan positif untuk memperkenalkan potensi wisata di Kota Raja kepada masyarakat melalui aktivitas yang lebih santai dan melibatkan komunitas.
“Kami senang dapat memfasilitasi kegiatan ini. Semoga bisa dilaksanakan lagi di Tenggarong, syukur next pada hari Minggu, dengan tujuan objek wisata lainnya dan bisa diikuti lebih banyak peserta lagi,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar dengan rute dan destinasi yang berbeda sehingga semakin banyak objek wisata di Kutai Kartanegara yang dikenal masyarakat.
“Dan tentu ini sangat membantu promosi Kota Raja,” pungkasnya.
Gowes Wisata di Tenggarong akhirnya bukan sekadar perjalanan bersepeda. Dari ikon Jam Bentong, menyusuri jejak Kota Raja, singgah di Keraton dan Planetarium, menyeberangi Sungai Mahakam hingga berakhir di Tenggarong Seberang, kegiatan ini menghadirkan cara berbeda untuk menikmati sekaligus mempromosikan potensi wisata Kalimantan Timur.(dho)