Dispar Kaltim Anugerahi Lomba Desa Wisata 2026 dan Gandeng Perusahaan Mitra Melalui Skema ‘Bapak Angkat’

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Penyerahan Hadiah Lomba Desa Wisata Tingkat Provinsi Kaltim sekaligus Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pengembangan Desa Wisata di Panggung Kaltim Expo, Atrium Bigmall Samarinda, Kamis (20/8/2026) sore.

Agenda yang dibuka oleh Asisten I Bidang Hukum dan Pemerintahan Sekda Prov Kaltim, Dr. AM. Fitra Firnanda, mewakili Gubernur Kaltim ini mengumumkan daftar desa wisata terbaik hasil penyaringan ketat dari total 122 desa wisata di seluruh wilayah Benua Etam.
Dalam persaingan tersebut, Desa Klempang Sari dari Kabupaten Paser berhasil menyabet gelar Juara 1. Posisi Juara 2 diraih oleh Desa Bangun Rejo asal Kabupaten Kutai Kartanegara, sementara Juara 3 ditempati oleh Desa Tanjung Isuy dari Kabupaten Kutai Barat.

Selain tiga besar, panitia bersama tim dewan juri profesional yang terdiri dari RR. Marliana Wahyuningrum, Made Widya Paramartha, dan I Wayan Lanang Nala juga menetapkan pemenang di enam kategori tematik:
Kategori Ekowisata Bahari: Desa Teluk Harapan (Kab. Berau)
Kategori Agrowisata: Desa Buana Bumi Rapak (Kab. Kutai Timur)
Kategori Pedalaman & Adat: Desa Lutan (Kab. Mahakam Ulu)
Kategori Budaya: Desa Pampang (Kota Samarinda)
Kategori Kreatif: Desa Satimpo Indah (Kota Bontang)
Kategori Konservasi Mangrove: Pesona Mangrove (Kota Balikpapan)

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, Muhammad Faisal, menegaskan bahwa penganugerahan ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi pemerintah daerah terhadap komitmen pengelola desa yang terus berinovasi mandiri tanpa bergantung pada kerumitan alokasi APBD.

“Kita harus memberikan apresiasi apapun usaha yang mereka lakukan, itu luar biasa. Tanpa berpikir APBD yang susah, tanpa berpikir macam-macam, mereka terus berupaya hingga terpilih yang terbaik,” ujar Faisal di Samarinda, Kamis (20/8/2026).

Faisal menjelaskan, penganugerahan sengaja diselenggarakan di pusat perbelanjaan bertepatan dengan momentum Kaltim Expo bulan Agustus demi memberikan penghormatan dan panggung promosi yang lebih layak bagi para pemenang.

“Sebenarnya kalau mengikuti anggaran APBD, acara ini hanya bisa dilaksanakan di kantor. Tapi saya tidak mau, kita tunggu momen Agustus di tempat yang bagus seperti ini untuk menghargai perjuangan mereka,” tambahnya.

Selain memberikan penghargaan, Dispar Kaltim juga meluncurkan langkah terobosan untuk mengatasi keterbatasan anggaran pembinaan daerah melalui perintisan skema ‘Bapak Angkat’ atau kemitraan dengan dunia usaha.

Faisal mengungkapkan, jika hanya mengandalkan ritme anggaran pemerintah, proses pembinaan 122 desa wisata di Kaltim bisa memakan waktu hingga 3 sampai 4 tahun. Oleh karena itu, Dispar Kaltim mengambil ‘jalan pintas’ dengan menggaet BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta sebagai penyokong utama pengembangan.

“Dispar mengambil langkah duluan untuk mencari ‘Bapak Angkat’ bagi desa-desa wisata ini. Dari total target, sebelumnya sudah ada 1 kerja sama berjalan, hari ini disahkan 6 kerja sama baru, dan segera menyusul 6 kerja sama lainnya. Total sudah ada 13 perusahaan yang komit memiliki desa binaan,” jelas Faisal.

Adapun enam dokumen kerja sama dan komitmen pengembangan desa wisata yang disahkan dalam agenda tersebut meliputi:
Desa Wisata Klempang Sari (Kab. Paser): Bermitra dengan PT Kideco Jaya Agung.
Desa Wisata Kang Bejo (Kota Balikpapan): Bermitra dengan PT PLN Nusantara Power Unit Kaltimra Balikpapan.
Desa Wisata Rindang Benua (Kab. Kutai Timur): Bermitra dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC).
Kampung Wisata Batu Majang (Kab. Mahakam Ulu): Bermitra dengan PT Bankaltimtara Cabang Mahakam Ulu.
Desa Wisata Tanjung Isuy (Kab. Kutai Barat): Komitmen bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim dan PT Pegadaian Area Samarinda.
Desa Wisata Tanjung Batu (Kab. Berau): Kesepakatan bersama PT Migas Mandiri Pratama (MMP).

Guna memastikan kontribusi perusahaan berjalan tepat sasaran, Dispar Provinsi Kaltim bersama Dinas Pariwisata di tingkat kabupaten/kota akan turun langsung memegang peran sebagai pengawas dan evaluator berkala di lapangan.

“Program kerja yang akan dijalankan perusahaan sudah kami diskusikan bersama. Kami dari provinsi dan kota bertindak sebagai pengawas dan melalukan evaluasi. Kita apresiasi penuh perusahaan yang mau membantu, dan harapannya desa wisata bisa memanfaatkan bantuan ini secara maksimal,” pungkas Faisal.(DHV)

www.swarakaltim.com @2024