SAMARINDA, Swarakaltim.com – Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda bekerja sama dengan Pengurus Kota Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Samarinda resmi menggelar Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Samarinda Open III Tahun 2026, Rabu (26/8/2026) di GOR Segiri Samarinda. Ajang yang diikuti ratusan pesilat se-Kaltim ini dibuka langsung oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
Dalam sambutannya, Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan bahwa penyelenggaraan kejuaraan berbasis open tournament sangat vital untuk membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan. Menurutnya, kalender event reguler seperti POPDA, Porprov, Kejurnas, hingga PON tidak lagi cukup untuk menguji hasil latihan rutin para atlet.
“Event reguler yang bersifat tetap itu perlu ditambah dengan kejuaraan-kejuaraan di luar kalender rutin melalui open tournament.

Kejuaraan ini menjadi forum nyata untuk menguji latihan para atlet, sekaligus memastikan pembinaan usia dini berjalan konsisten hingga melahirkan atlet profesional yang membawa harum nama Samarinda, Kaltim, hingga nasional,” ujar Andi Harun.
Andi Harun juga menekankan komitmennya terhadap cabang olahraga pencak silat. Meski sudah tidak menjabat sebagai Ketua Umum IPSI Kaltim, perhatian dan cintanya terhadap pencak silat tidak pernah berkurang.
Guna menjamin keberlanjutan event kompetisi, Wali Kota menginstruksikan KONI Kota Samarinda bersama Disporapar untuk merencanakan skema kejuaraan open tournament secara intensif. Pihaknya mendorong agar kejuaraan serupa dapat merambah cabang olahraga lain.
Mengenai aspek pembiayaan, Andi Harun menjelaskan bahwa kompetisi terbuka tidak harus bergantung penuh pada APBD. Pemerintah daerah dapat mengoptimalkan pelibatan pihak ketiga melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Prinsip efisiensi bukan berarti berhenti belanja, termasuk belanja di bidang keolahragaan. Saya minta KONI dan Dispora mendiskusikan perencanaan pembiayaan ini secara intensif untuk pembahasan agenda tahun 2027, agar kejuaraan di luar kalender tetap senantiasa tersedia,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kejuaraan, Untung, melaporkan bahwa kejuaraan ini berlangsung selama empat hari, mulai 26 hingga 29 Agustus 2026.
Ajang ini diikuti oleh 850 atlet putra dan putri yang berasal dari lima daerah di Kalimantan Timur, yaitu Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara, Bontang, dan Kutai Timur. Selain kontingen daerah, kejuaraan ini turut melibatkan perguruan pencak silat dari 10 kecamatan di Samarinda.
Adapun rincian kategori yang dipertandingkan meliputi:
Usia Dini II: 339 atlet (sistem pemasalan).
Pra-Remaja: 267 atlet (sistem pemasalan).
Remaja: 244 atlet (sistem prestasi).
“Harapan kami kejuaraan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk menjaring bibit atlet pencak silat yang tangguh, berprestasi, dan mampu menjadi andalan cabang olahraga di Kalimantan Timur,” pungkas Untung.(DHV)