Proyek Drainase Simpang Cermai Senilai Rp19 Miliar Dimulai, Andi Harun Minta Warga Pahami Rekayasa Lalu Lintas

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Samarinda resmi memulainya pengerjaan fisik peningkatan saluran drainase sub sistem Jalan Pasundan menuju Jalan Gunung Cermai pada Senin (24/8/2026) malam.

Proyek infrastruktur penanganan banjir senilai Rp19,06 miliar bersumber dari APBD 2026 ini dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Duta Anugerah Sukses dengan pendampingan Konsultan MK PT Vorvo One Grup. Terhitung sejak awal penandatanganan kontrak 15 Juli 2026, pengerjaan fisik alat berat resmi digulirkan per 24 Agustus dan ditargetkan rampung pada 11 Desember 2026.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan bahwa proyek ini mencakup tiga struktur konstruksi utama, yakni saluran drainase berdimensi lebar 5 meter, tinggi 2,25 meter, dan panjang 197,7 meter; instalasi pintu air (1 unit otomatis dan 2 unit manual berukuran 1,2 x 3 meter); serta rumah pompa 3 lantai berdimensi 5 x 10 meter.

“Setelah tahap persiapan dalam beberapa hari terakhir, malam ini alat berat mulai bekerja di lapangan. Pintu air, rumah pompa, dan sodetan drainase ini dirancang agar aliran air membuang ke Sungai Mahakam secara maksimal,” kata Andi Harun di lokasi pengerjaan, Senin (24/8/2026).

Andi Harun menegaskan, pengerjaan sodetan ini akan mengakhiri penderitaan warga akibat banjir yang mengepung kawasan pemukiman Pasundan, fasilitas kesehatan RS Dirgahayu, hingga area Merbabu selama berpuluh-puluh tahun. Skema pembuangan langsung ke Sungai Mahakam ini diklaim mereplikasi keberhasilan penanganan banjir di titik-titik rawan lain seperti kawasan Cipto Mangun Kusumo dan Loa Janan Ilir.

Terkait imbas pengerjaan di Simpang Cermai, Pemkot Samarinda telah mengkondisikan rekayasa jalur bersama Dishub Samarinda dan Satlantas Polresta Samarinda.

“Kami meminta bantuan insan media untuk menyampaikan edukasi kepada masyarakat. Jangan sampai dampak rekayasa jalan ini digoreng menjadi isu negatif, karena keterbatasan lalu lintas ini hanya sementara demi menuntaskan masalah banjir kota secara permanen,” tegasnya.(DHV)

www.swarakaltim.com @2024