SAMARINDA,Swarakaltim.com — Jika selama ini bantuan biaya pendidikan (beasiswa) kerap menyaratkan kriteria ketat seperti surat keterangan tidak mampu (SKTM) atau Indeks Prestasi (IP) tinggi, kini Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan seluruh warga Benua Etam memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.
Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud (Harum), menegaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Kaltim harus menyasar seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecualii.
“Jadi kalau di beasiswa selama ini, kita mengenal harus pintar dan harus miskin. Yang punya surat miskin dan IP-nya tinggi baru diberikan beasiswa,” kata Gubernur Harum saat menerima Bupati Kutai Timur H Ardiansyah Sulaiman di Harum Resort Balikpapan, Senin 24 Agustus 2026.
Namun, kebijakan tersebut kini diubah demi menghadirkan keadilan akses pendidikan bagi seluruh anak daerah.
“Tapi kali ini, Gratispol kita tidak mengenal itu. Artinya, baik miskin maupun kaya, IP-nya tinggi maupun rendah, semua bisa mendapatkan hak yang sama untuk bersekolah di perguruan tinggi Kaltim dari jenjang S1, S2 hingga S3,” bebernya.
Langkah berani ini diambil Gubernur Harum sebagai bentuk komitmen Pemprov Kaltim dalam mengangkat harkat, martabat, dan taraf hidup warga tanpa membedakan latar belakang.
“Upaya kita ini tentu saja untuk mengangkat harkat dan martabat etnis Dayak, Kutai, Banjar, Jawa, Bugis, dan seluruh warga Kaltim tanpa terkecuali. Inilah bentuk pengabdian kami kepada masyarakat, dan alhamdulillah bisa diterima dengan baik,” ungkapnya.
Gubernur Harum menekankan pemerataan pendidikan ini membutuhkan kolaborasi erat seluruh pemangku kepentingan. Ia mengajak para kepala daerah di tingkat kabupaten/kota serta elemen masyarakat untuk mengawal dan menyukseskan program prioritas ini.
“Kami berharap program-program prioritas disupport kepala daerah dan seluruh elemen masyarakat. Para bupati, wali kota, dan elemen masyarakat bersama Pemprov Kaltim memajukan daerah, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan taraf hidup masyarakat melalui jalur pendidikan,” pungkasnya.(aya/sk)
Foto : adpim