Pemkot Bontang Target Pengangguran Turun Jadi 5 Persen

BONTANG, Swarakaltim.com – Pemerintah Kota Bontang terus memperkuat langkah menekan angka pengangguran melalui perluasan kesempatan kerja sekaligus peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal.

Pada 2026, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Bontang tercatat sebesar 6,23 persen. Angka tersebut menjadi perhatian Pemkot Bontang untuk terus ditekan hingga berada di bawah 5 persen pada 2027 mendatang.

Salah satu upaya yang dilakukan ialah melalui pelaksanaan Job Fair 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja, sekaligus membuka akses masyarakat terhadap program pemagangan, pelatihan, hingga sertifikasi.

Dalam gelaran Job Fair 2026, tersedia 437 kesempatan yang mencakup lowongan pekerjaan, program magang, pelatihan, dan sertifikasi. Antusiasme masyarakat pun terlihat dari banyaknya pencari kerja yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan pekerjaan maupun meningkatkan kompetensi.

Wali Kota Bontang Neni Moernaeni mengatakan, pemerintah akan terus membuka ruang seluas-luasnya agar masyarakat memiliki akses terhadap kesempatan kerja.

Menurut Neni, pertumbuhan investasi dan pembangunan sektor industri di Bontang harus berjalan beriringan dengan kesiapan tenaga kerja lokal. Karena itu, peningkatan keterampilan dan kompetensi menjadi bagian penting dalam strategi menekan angka pengangguran.

“Kita ingin masyarakat Bontang bisa mendapatkan kesempatan kerja dari berbagai peluang yang tersedia. Karena itu, kompetensi dan keterampilan tenaga kerja terus kita dorong,” ujar Neni.

Ia menilai, keberadaan Job Fair tidak hanya menjadi tempat bertemunya perusahaan dengan pencari kerja. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperpendek jarak antara kebutuhan industri dan kompetensi tenaga kerja lokal.

Pemkot Bontang juga terus mendorong pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi. Langkah ini dilakukan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada lowongan pekerjaan yang tersedia, tetapi memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Terlebih, sejumlah pembangunan dan investasi di Kota Bontang berpotensi menciptakan kebutuhan tenaga kerja baru. Pemerintah pun terus mendorong agar masyarakat lokal memiliki kesempatan lebih besar sekaligus mampu memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.

Neni menegaskan, penurunan angka pengangguran tidak dapat dilakukan hanya melalui satu program. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan masyarakat untuk memperluas lapangan kerja sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja.

“Kami target tahun depan angka pengangguran bisa di bawah 5 persen. Tentu ini membutuhkan kerja bersama, bagaimana lapangan pekerjaan bertambah dan masyarakat kita juga memiliki kompetensi yang dibutuhkan,” pungkasnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Bontang optimistis angka pengangguran sebesar 6,23 persen pada 2026 dapat terus ditekan. Target di bawah 5 persen pada 2027 diharapkan dapat dicapai seiring bertambahnya kesempatan kerja dan semakin meningkatnya kompetensi tenaga kerja lokal.(adv/rzky)

www.swarakaltim.com @2024