Foto: Rapat koordinasi terkait permintaan hibah lahan Jembatan SMP Negeri 5 kepada dua perusahaan.
BONTANG, Swarakaltim.com – Perjuangan Pemerintah Kota Bontang untuk mendapatkan hibah lahan Jembatan SMP Negeri 5 mulai menemui titik terang.
Pemkot Bontang telah mendapat persetujuan dari PT Kaltim Industrial Estate (KIE) untuk menghibahkan lahan yang selama ini digunakan sebagai akses jembatan. Sementara lahan milik PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNE) masih menunggu proses pembahasan internal perusahaan.
Kepastian itu diperoleh setelah Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mendatangi kedua perusahaan tersebut pada Rabu (9/9/2026) pagi untuk membahas status lahan Jembatan SMP Negeri 5.
Agus mengatakan, PT KIE telah menyetujui permintaan hibah setelah sebelumnya membahasnya bersama jajaran komisaris. Kini, Pemkot Bontang tinggal menunggu keputusan dari PT KNE.
“PT KIE sudah setuju, mereka sudah membahas bersama komisaris. Tinggal PT KNE saja yang masih harus membahas,” ungkap Agus dalam pertemuan bersama PT KNE.
Menurutnya, Pemkot Bontang membutuhkan kepastian status lahan agar rencana perbaikan jembatan dapat segera direalisasikan. Kondisi jembatan saat ini dinilai sudah memprihatinkan dan membutuhkan penanganan.
Apabila proses hibah seluruh lahan telah rampung, Pemkot Bontang menyiapkan pembangunan jembatan baru dengan panjang sekitar 80 meter dan lebar 10 meter.
“Insyaallah kami akan perbaiki segera. Ini akan digodok perencanaannya,” sambungnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT KNE Herliani mengatakan pihaknya menyambut baik permohonan hibah yang diajukan Pemkot Bontang.
Namun, proses pengalihan status lahan melalui hibah tetap harus mengikuti prosedur perusahaan. Pengajuan tersebut terlebih dahulu akan dibahas melalui mekanisme Good Corporate Governance (GCG), kemudian diteruskan kepada dewan komisaris dan pemegang saham.
“21 tahun sudah pinjam pakai, tapi untuk dihibahkan perlu ada prosedur yang harus dilewati,” ungkapnya.
Herliani berharap apabila proses hibah disetujui, Pemkot Bontang turut membantu proses administrasi yang diperlukan.
Ia juga meminta agar jembatan yang nantinya dibangun tidak hanya diperuntukkan bagi akses menuju SMP Negeri 5, tetapi juga dapat digunakan masyarakat umum.
“Jadi bukan hanya sekolah, tapi masyarakat yang melintas di jembatan itu juga masyarakat,” pungkasnya.(Adv/rzky)