Redam Polemik Sodetan Loa Janan, Pemkot Samarinda dan Pemkab Kukar Sepakati Pemasangan Pintu Air

Swarakaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) akhirnya menyepakati titik temu atas polemik pembangunan proyek sodetan pengendali banjir di Kilometer 2, Loa Janan.

Kesepakatan tersebut dirumuskan usai menggelar rapat koordinasi di Kantor Camat Loa Janan Ulu dan peninjauan langsung ke lokasi pengerjaan sodetan.

Pertemuan lintas daerah ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Samarinda Andi Harun, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, serta perwakilan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Balai Wilayah Sungai (BWS).

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengungkapkan rasa syukurnya atas tercapainya pemahaman bersama demi menyelaraskan penanganan banjir tanpa mengorbankan warga sekitar. Skema penyelesaian isu sodetan tersebut disepakati memuat strategi jangka pendek serta jangka menengah-panjang.

“Ya kita Alhamdulillah setelah bertemu dengan Pak Bupati dan seluruh jajaran termasuk dengan BWS dan Provinsi, kita akhirnya berada pada kesimpulan atau titik temu yang kita bisa dapatkan dari pertemuan ini,” kata Andi Harun usai rapat, Sabtu (3/10/2026).

Sebagai solusi jangka pendek guna meredam kekhawatiran dan memungkas polemik warga, dibangun skema pintu air di titik sodetan yang dapat diatur penggunaannya.

“Jadi kegiatannya jalan, jalan keluarnya yang pertama itu terhadap polemik selama ini, solusinya adalah pintu air. Pintu air, nanti kita ke lapangan lihat, di rencana sodetan itu selama tidak berfungsi dukungannya terhadap jalur sungai, maka pintu airnya kita tutup,” tutur Andi Harun.

Mengenai strategi menengah dan panjang yang melibatkan pembenahan sektor ilir sungai, Pemprov Kaltim ditunjuk sebagai pimpinan koordinasi (leading sector) untuk menangani normalisasi hingga potensi dampak sosial seperti relokasi warga.

“Oleh sebab itu dari sisi provinsi tadi sudah menyampaikan kesanggupannya untuk mengalokasikan anggaran fisiknya, BWS akan membantu nanti dalam rumusan pertemuan-pertemuan berikutnya. Insyaallah mereka akan mulai membahas sejak hari Senin. Kita tadi sepakati leadingnya atau pemimpin kegiatan dalam diskusi itu adalah provinsi,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri memberikan apresiasi tinggi atas ikhtiar Pemkot Samarinda yang merespons cepat keluhan masyarakat Desa Loa Janan Ulu.

“Pertama kita mengapresiasi Bapak Wali Kota Samarinda yang sudah datang ke Kukar. Beliau tidak hanya memikirkan perspektif penanganan banjir di luar jalan sektor Samarindanya saja, akan tetapi juga mendengar pendapat dari kita,” puji Aulia Rahman Basri.

Aulia menegaskan pentingnya pemasangan pintu air tersebut agar pengerjaan fisik sodetan tidak berimbas pada lonjakan volume air di wilayah pemukiman Kukar yang rentan tergenang.

 

“Memang harus kami akui, Bapak Wali Kota Samarinda ini sudah punya pengalaman yang cukup panjang dalam penanganan banjir, dalam menangani Samarinda, dan ilmu itu ditularkan ke kita di sini,” ucapnya.

Menurut Aulia, tanpa intervensi teknis berupa pintu air, potensi limpahan air berisiko memperparah kondisi pemukiman Loa Janan Ulu saat curah hujan tinggi maupun pasang laut.

“Kita menginginkan bahwa debit air ini tidak menambah, tertambah lagi. Ketika nanti curah hujan, nah tadi disarankan oleh beliau, kita akan pasang pintu air sehingga debit air selama belum dinormalisasi sungai Loa Janan Ulu ini, debit airnya tidak menambah sehingga tidak menimbulkan dampak ke masyarakat yang ada di sekitar,” paparnya.

Dua pimpinan daerah tersebut berharap tim gabungan yang dipimpin Pemprov Kaltim bersama BWS, Pemkab Kukar, dan Pemkot Samarinda dapat bekerja cepat sehingga penanganan komprehensif alur sungai bisa terealisasi penuh pada tahun 2027 mendatang.(DHV)

www.swarakaltim.com @2024