Horeee, 15 Mei BKT Dibuka

Ketua Badan Pengelola BKT H Iman Hidayat (Dok humasprovkaltim)

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Horeee, kabar gembira bagi masyarakat Benua Etam meski dilanda musibah wabah virus Corona. Mulai 15 Mei momentun Hari Pendidikan Nasional program Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) dibuka secara resmi pendaftarannya.

“Jadi, 15 Mei ini resmi kita akan kembali membuka pendaftaran program unggulan Pemprov Kaltim periode 2018-2023 masa kepemimpinan Gubernur Isran Noor dan Wagub Hadi Mulyadi,” kata Ketua Badan Pengelola BKT H Iman Hidayat di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (30/4/2020).

Menurut Plt Kepala Bappeda Kaltim ini, informasi ini menjadi kabar gembira bagi masyarakat Kaltim dikala sedang dilanda wabah corona. Meski demikian, apabila ketika pendaftaran ada syarat-syarat yang susah dipenuhi dan memerlukan legalitas hingga kasus covid selesai. Maka, bisa saja jadwal pendaftaran digeser lagi.

Terpenting, lanjut Iman, dibuka saja terlebih dulu program ini. Sehingga masyarakat yang memerlukan bantuan beasiswa bisa mendaftar secara online.

“Pendaftaran direncanakan hingga 45 hari ke depan setelah dibuka secara resmi, pada 15 Mei” jelasnya.

Untuk saat ini mengenai perangkat pendukung proses pendaftaran secara online masih dikroscek. Minimal pertanggal 1 Mei 2020 secara teknis sistem yang dikelola dua operator sudah tidak mengalami kendala.

Selanjutnya, ketika sistem tidak ada masalah mulai pendaftaran oleh mahasiswa, pengumpulan data melalui online juga tidak ada masalah. Maka, barulah sistem ini dibuka.

“Rencana kami 2 Mei 2020 baru informasi pembukaan saja bahwa program BKT akan dilakukan dan resmi pendaftaran dibuka pada 15 Mei 2020,” jelasnya.

Sedangkan mengenai kuota, untuk program BKT ini tidak ada. Untuk program ini ada dua jenis beasiswa, yaitu BKT Tuntas dan Stimulan. Beasiswa Kaltim Tuntas khusus untuk mahasiswa. Sedangkan stimulan untuk mahasiswa dan siswa.

Mengenai Beasiswa Kaltim Tuntas ada beberapa kategori, yaitu umum, kerja sama dan khusus.

Umum terbagi dua, yaitu prestasi akademik dan non akademik. Khusus ditujukan untuk anak berkebutuhan khusus, berasal dari daerah tertinggal, anak cucu veteran dan lain-lain yang sifatnya khusus.

Kemudian yang kerja sama, ada yang lama yaitu dengan luar negeri, mulai Rusia Perkretaapian dan Australi. Kemudian, ITK, Unmul, Universitas Tazkia, IPB dan Unesa.

“Penambahan kerja sama dengan Unesa untuk mencari Guru yang mau mengajar di sekolah berkebutuhan khusus. Karena adanya di Unesa. Sedangkan IPB untuk mencari tenaga SDM yang jurusannya tidak ada di Unmul, misal jurusan Dokter Hewan,” jelasnya.

Sementara untuk stimulan itu dibagi dua, yaitu umum dan khusus. (aya/sk)

Loading