Sekitar 60 UMKM Bumi Batiwakkal Ikuti Webinar KPCPEN

Caption: Suasana kegiatan sosialisasi Webinar KPC PEN, disaat Kepala Diskominfo memberikan pemaparan

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Dari empat program cetusan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia (RI) melalui Tim Komite Penanganan Covid-19 (KPC) dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yakni Webinar, Bilboard, Media Online dan Pantura hanya Webinar yang rencananya akan diterapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Kominfo.

Sosialisasi digelar Diskominfo bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) via zoom tersebut nampak diikuti sekitar 60 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Bumi Batiwakkal, Jumat (13/11) diruang teleconferen room Diskominfo, Jl APT Pranoto.

Narasumber dalam Webinar dampak pandemi covid-19 terhadap pelaku ekonomi digital tersebut Kepala Diskominfo Berau Susila Harjaka dan Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian Diskoperindag Kota Sanggam Endang Iriani. Dalam kegiatan mengangkat tema “manfaat program PEN bagi UMKM” itu bertindak sebagai moderator Kabid Pelayanan Komunikasi Dan Informasi Diskominfo Berau Mega Hadiyaty.

Foto saat menyaksikan paparan dari Kementerian Kominfo Pusat

Turut hadir juga dalam kegiatan sosialisasi itu Yahya dari Kementerian Kominfo RI. Menurut Endang Iriani yang pertama memberikan paparan mengatakan apabila PEN terealisasi semua pasti akan sangat membantu masyarakat khususnya Industri Kecil Menengah (IKM) yang merupakan bagian dari UMKM Bumi Batiwakkal.

“Suport kami terhadap UMKM ditengah pandemi ini selain adanya PEN, peralatan dan pelatihan juga diberikan kesetiap UMKM. Dan Jumlah UMKM setiap tahunnya meningkat namun di tahun 2020 ini produksi mereka menurun terkena imbas corona,” jelas Endang Iriani.

Ditempat yang sama Susila Harjaka menuturkan jumlah UMKM yang mengikuti kegiatan hari ini cukup banyak jumlahnya. Melalui sosialisasi ini kedepan Webinar bisa dimanfaatkan masyarakat secara luas untuk bisa meningkatkan perekonomiannya.

Namun program ini baru tahap penyempurnaan sistem belum serta merta diberlakukan sekarang ini. Dan berbagai usaha bisa masuk Webinar ini sepanjang kalau makanan dan minuman dari bahan baku yang higienis dan halal.

“Sekali lagi saya jelaskan bahwa Web ini belum bisa langsung di akses karena tenaga ahli kami masih melengkapi sistem kerja Web tersebut. Dan saat ini belum bisa membuka program menggunakan Android sebab belum sampai kearah tersebut sistem kita yang ada,” Kadiskominfo Susila Harjaka.

Sementara itu pertanyaan UMKM dalam zoom mayoritas akan hal sertifikat halalnya yang sudah jatuh tempo. Bagaimana tahapan mengurusnya dan berapa biaya mengurus sertifikat itu. Lalu pertanyaan seputar ikut PEN itu persyaratan dan ketentuannya bagaimana.

Kemudian ada juga pertanyaan bagaimana membuat sertifikat hak paten, yang mana semua pertanyaan tersebut dijawab oleh Kabid Perindustrian Diskoperindag.

“Untuk sertifikat halal langsung mengusrus ke Diskoperindag saja perpanjangannya. Namun apabila perpanjangan maka akan dikenakan biaya dari Rp 1.000.000 sampai Rp 1.800.000, diubah oleh Kementerian Rp 2.400.000. Dan jumlah UMKM setiap tahunnya menambah namun pendapatannya berkurang akibat ditengah covid-19. Jadi masyarakat silahkan merapat ke Diskoperindag apabila belum terjawab dalam zoom ini,” Endang menjawab pertanyaan UMKM.

Diakhir kegiatan para peserta zoom yang terdiri dari para UMKM itu akan ada 10 penanya yang akan diberikan doorprize, penilaian dari pertanyaan yang diajukan peserta. (nht)

Bagikan:

Related posts