Bapemperda Gelar Rakor, Muspandi Sebut 15 Raperda Dibahas Tahun 2021

SAMARINDA, Swara Kaltim- Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kaltim bersama Pemerintah Provinsi Kaltim membahas perihal Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2021 pada rapat koordinasi di Gedung E, kompleks DPRD Kaltim, Senin (7/12/2020).

Ketua Bapemperda H Muspandi menyampaikan ada 12 raperda yang menjadi program 2021. Baik inisiatif DPRD maupun yang diajukan oleh Pemprov Kaltim. Kemudian yang kumulatif ada 3.

“Jadi, total yang akan disampaikan di rapat paripurna Senin depan ada 15 buah raperda,” ucapnya.

Ia menyampaikann mulai Senin ini biro hukum sudah bersepakat dengan Bapemperda. Dari kesepakatan itu akan dibawa biro hukum dan diajukan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) melalui gubernur dalam waktu dekat.

Muspandi memastikan, sebelum raperda itu dibacakan pasti akan disampaikan dulu ke pusat.

Ia menegaskan semua yang masuk Propemperda sudah siap.

“Semuanya harus benar-benar sudah siap. Baik naskah akademiknya maupun draft raperdanya. Jadi tidak ada lagi yang titip judul, tidak ada lagi yang kegiatannya belum siap,” tegas Muspandi politisi PAN.

Muspandi menjelaskan untuk yang inisiatif DPRD Kaltim, ada 5 raperda yang menjadi prioritas dan sudah siap. Terdiri atas ketahanan keluarga, perlindungan terhadap tenaga kerja lokal, kepemudaan, tata cara penyusunan APBD Kaltim, dan tentang pemberdayaan masyarakat pedesaan. Sedangkan untuk inisiatif dari Pemprov Kaltim, ada 7. Termasuk ada 2 yang menjadi luncuran terhadap perubahan bentuk badan hukum Perusda yang harus dimasukkan kembali. Sebab belum mendapat persetujuan di paripurna DPRD Kaltim.

“Saya kira, ini sudah jadi kesepakatan antara Bapemperda dan biro hukum. Tentu kalau ada yang baru, nanti akan dibicarakan lebih lanjut. Itu nanti berkaitan dengan pengusul, apakah dari DPRD atau dari komisi-komisi. Itu kalau ada yang baru. Tapi hari ini, ada 12 yang masuk Propemperda dan ada 3 yang kumulatif,” ungkap Muspandi.

Ia mengemukakan pandemi Covid-19 sempat menghambat kerja Bapemperda untuk membahas Propemperda.

“Tapi Insya Allah tahun depan akan lebih baik lagi. Situasi pandemi ini yang menjadi kendala,” ungkap Muspandi. Ia mengatakan penetapan raperda menjadi perda itu hari ini baru 1, namun Senin depan akan ada tambahan 6.

Sebab lanjutnya yang 6 itu retribusi ada 3 dibahas di komisi, Maloy, Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Pemukiman (RP3KP), dan Rencana Zona Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K).

Dikatakannya 15 buah raperda yang termasuk 3 kumulatif di dalamnya ditargetkan harus selesai tahun depan. Sebab draft dan naskah akademik sudah siap semua.

Berbicara target setahun, Muspandi menyebutkan bahwa di triwulan 1 pihaknya harus menyelesaikan 4 buah raperda yang terdiri 2 inisiatif dari DPRD Kaltim dan 2 lainnya inisiatif dari Pemprov Kaltim.

“Itu pun kalau seandainya memungkinkan dibagi 2 ya. Tapi kalau tidak, maka inisiatif dari DPRD Kaltim 1 dan dari Pemprov Kaltim kita dorong 3 di triwulan 1,” pungkasnya secara menginyakan bahwa setahun bisa menyelesaikan 12 raperda dengan estimasi 4 raperda per triwulan.(dho)

Loading

Bagikan: