Latihan Silent, Prestasi Atlet Panahan Kaltim Mendunia

SAMARINDA, Swara Kaltim
Tak perlu gembar-gembor melakukan latihan, walau dengan pola silent atau sembunyi-sembunyi ternyata mampu menelorkan prestasi mendunia bagi atlet panahan Kaltim dibawah binaan Pengprov Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kaltim.
“Latihan kita silent aja. Tapi Alhamdulillah, atlet panahan yang masuk Pelatnas 7 April 2021 kelas divisi Compound sebanyak 3 orang dari Kaltim. Ini untuk dikirim ke Olimpiade Tokyo Jepang,” ucap ketua umum Pengprov Perpani Kaltim H Damanhuri kepada wartawan, Senin (5/4/2021).
Ia menyebutkan atlet yang masuk Pelatnas Olimpiade tersebut adalah Indri Purwati dan Rohani S Hatta di kelas Divisi Compound. Sedang satu lagi di kelas recurve Ratu Syahla masih dalam proses dan segera menyusul.
Begitu pula dengan pelatih andal Kaltim Harmaji lanjutnya pun ikut Pelatnas tersebut.

“Mereka akan digembleng di Pelatnas untuk mewakili Indonesia di Olimpiade Tokyo bulan Agustus tahun ini,” ungkap Damanhuri semangat.
Ia berharap atlet tersebut dapat mempersembahkan emas. Dia meyakini jika mampu memperoleh emas, Srikandi Kaltim tersebut bakal diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (MenPAN) RI Tjahjo Kumolo, terlebih membawa nama bangsa.
“Perak aja diangkat jadi PNS (ASN,red) apalagi emas. Mohon doa restunya dan Insya Allah dikabulkan karena kami yakin selama ini prestasi Perpani bukan karena ketua umumnya hebat tapi karena selalu memohon kepada Allah,” tuturnya.
Ia mengatakan untuk mendukung kegiatan Perpani selain mandiri juga mendapat dukungan dari Pemprov Kaltim dan KONI Kaltim
“Waktu Try Out di Lampung pemanasan sebelum Pelatnas kita dibantu Rp 200 juta. Ini,” ungkapnya.
Damanhuri tidak meragukan para atletnya ini. Bahkan waktu mengikuti Seleknas di Bali pada dua nomor dengan medali 2 emas, 3 perak dan 2 perunggu.
“Ini biayanya mandiri. Bukan biaya sponsor. Walaupun mandiri tidak gembar gembor,” katanya.
Sekali lagi Damanhuri memohon doa restu semua warga Kaltim dan Indonesia agar bisa meraih emas. “Kaltim emas, Kaltim emas dan membawa nama baik Indonesia di kancah internasional,” harapnya.
Sementara pelatih Panahan Kaltim Harmaji mengatakan mengenai target adalah selalu menargetkan juara 1, bukan mematok yang penting main bagus. “Kalau targetnya main bagus, main bagus. Suruh pulang aja atletnya. Target kami selalu nomor 1, bukan nomor 2 atau 3,” ungkap Harmaji.
Harmaji yang informasi terakhir juga bakal menyusul ke Pelatnas Olimpiade Tokyo ini mengatakan selain sudah menjalankan program latihan disamping program untuk PON dan Sea Games Hanoi juga yang penting bagaimana menjaga intensitas latihan.
“Di panahan ini intensitas latihan paling diperlukan. Daya tahan, fisik dan penembakan tidak kalah penting. Begitu juga yang penting lagi peralatan. Panahan ini mahal di alat,” tandasnya.
Bahkan mengenai latihan secara silent selama pandemi Covid-19 karena Stadion Madya ditutup, Damanhuri mengatakan ada strategi khusus.
“Kami mengontrak tempat latihan khusus dan silent. Tidak ada yang tahu kita latihan tiap hari. Ini dia jawabnya atlet kita bisa ke Olimpiade. Kita tidak gembar gembor. Biar tekor asal kesohor,” pungkasnya.(dho)

Bagikan:

Related posts