BALIKPAPAN,Swarakaltim.com. Sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan saat ini masih kosong. Kondisi tersebut mendorong pemkot untuk segera menggelar gelombang pelantikan baru dalam waktu dekat, guna memastikan roda pemerintahan tetap berjalan optimal.
Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, mengungkapkan bahwa kekosongan jabatan terjadi akibat beberapa faktor, mulai dari pejabat yang memasuki masa pensiun hingga kebutuhan rotasi organisasi.
Ia menyebut, pelantikan sebenarnya sudah dilakukan sekitar dua bulan lalu, namun pengumumannya sempat tertunda karena bertepatan dengan bulan Ramadan.
“Sebenarnya yang baru saja dilantik ini sudah dua bulan yang lalu, cuma karena bulan puasa kita tunda,” ujarnya, belum lama ini.
Dalam waktu dekat, Pemkot Balikpapan akan kembali melakukan pelantikan lanjutan. Posisi yang akan diisi mencakup jabatan sekretaris hingga sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya di level eselon II.
Di tengah proses pengisian jabatan ini, Rahmad memastikan adanya perubahan pendekatan dalam sistem penempatan pejabat. Pemerintah kota kini tidak lagi menggunakan pola lama berbasis selter, melainkan beralih ke sistem merit atau yang ia sebut sebagai “marriage system”.
Sistem ini menitikberatkan pada kesesuaian antara kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan kebutuhan jabatan yang tersedia. “Sekarang ini kita sudah tidak shelter lagi, kita sudah marriage system. Jadi berdasarkan penilaian kerja dan administrasi,” jelasnya.
Melalui mekanisme tersebut, pemkot akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan rekam jejak ASN. Hasil penilaian itu menjadi dasar dalam menentukan siapa yang dinilai layak mengisi jabatan strategis.
Rahmad menegaskan, hanya ASN yang memenuhi syarat secara kompetensi dan administratif yang akan dipilih untuk menduduki posisi eselon II.
“Nanti kita lihat bersama siapa yang bisa duduk di eselon II sesuai jabatan dan golongannya yang memenuhi persyaratan,” tegasnya.
Langkah percepatan pengisian jabatan ini diharapkan mampu menutup kekosongan yang ada sekaligus meningkatkan efektivitas kinerja OPD, terutama dalam mendukung program pembangunan dan pelayanan publik di Kota Balikpapan.(Adv Diskominfo Balikpapan)