Targetkan Status Geopark Nasional, Pemkab Berau Siapkan Strategi Pengembangan Geowisata

Tanjung Redeb, swarakaltim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mempersiapkan berbagai kebutuhan menjelang proses verifikasi Geopark Sangkulirang-Mangkaliat, yang membentang melintasi lima kecamatan yakni Kecamatan Kelay, Bidukbiduk, Batu Putih, Biatan dan Tabalar tersebut. Hal itu sebagai upaya mempercepat langkah strategis dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis edukasi dan konservasi alam (geowisata) yang saat ini tengah diusulkan untuk memperoleh pengakuan sebagai Geopark Nasional.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said, saat ditemui di Kantornya, Jl APT Pranoto, Tanjung Redeb beberapa waktu lalu. “Persiapan terus kami matangkan guna menyambut kedatangan Tim Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dijadwalkan bertandang ke Bumi Batiwakkal awal Juli mendatang. Target kita Geopark Sangkulirang-Mangkaliat berhasil menyandang status Geopark Nasional kedepan,” ungkap beliau.
Lanjut Sekkab, Said menjelaskan bahwa kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkaliat merupakan bentang alam yang mencakup wilayah Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Di dalamnya terdapat sejumlah geosite yang menjadi objek penilaian, dengan 15 titik berada di Berau dan 11 titik lainnya berada di Kutim.
“Jadi nantinya, proses penilaian tidak hanya menitikberatkan pada potensi geologi, tetapi juga kesiapan pengelolaan kawasan, dukungan masyarakat, serta keberlanjutan pelestarian lingkungan. Karena itu, Pemerintah daerah bersama berbagai pihak terus melakukan pembenahan agar seluruh lokasi yang akan diverifikasi memenuhi standar yang ditetapkan,” ujar Said.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Yudha Budisantosa, mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu kepastian titik geosite yang akan dikunjungi tim verifikator dari Badan Geologi Kementerian ESDM. Meski demikian, sejumlah persiapan telah dilakukan bersama pengelola destinasi wisata dan masyarakat sekitar. Dirinya menuturkan, sebagian besar lokasi yang berpotensi menjadi tujuan verifikasi telah memiliki fasilitas pendukung yang memadai. Namun, kebersihan kawasan wisata tetap menjadi perhatian utama karena menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian lapangan.
“Seluruh pihak kami minta menjaga kondisi kawasan wisata agar tetap bersih dan nyaman. Kesiapan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam proses verifikasi ini,” kata Yudha.
Pemkab Berau berharap status Geopark Nasional dapat diraih karena akan membuka peluang lebih besar untuk mendapatkan dukungan program pengembangan dari Pemerintah pusat. Selain memperkuat sektor pariwisata, pengakuan tersebut juga dinilai mampu meningkatkan upaya pelestarian kawasan yang memiliki nilai geologi, budaya, dan lingkungan yang tinggi. (Nht/Bin)

www.swarakaltim.com @2024