Kejaksaan Kubar Selamatkan Uang Negara di Mahulu Rp1.7 miliar

Caption: Keteranga pers Kejari Kubar didampingi Kasi Intelijen Kejaksaan Kubar Ricki R Pangabean, Kepala Inspektorat Kabupaten Mahulu, Budi Gunarjo Ompusunggu, serta perwakilan Asuransi Bosuwa dan Surpendi selaku PPK dalam proyek pengadaan jaringan distribusi listrik tersebut.

Bayu Pramesti: Pengembalian Uang Pengadaan Jaringan Distribusi Listrik di Mahulu tahun 2019

KUTAI BARAT, Swarakaltim.com – Kejaksaan Negeri Kabupaten Kutai Barat (Kubar) berhasil menyelamatkan atas pengembalian kerugian uang negara sebesar Rp1.778.288.305,35 miliar, dari kasus korupsi pengadaan jaringan distribusi listirik di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) tahun 2019.

Kepala Kejakasaan Negeri Kubar, Bayu Pramesti mengatakan, uang itu diterima dari terdakwa perkara tindak pidana korupsi pengadaan jaringan distribusi listrik di Kampung Memahak Besar, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahulu yang dikerjakan oleh PT Pesona Prima Gemilang dengan nilai kontrak sebesar Rp6.626.470.146,67 miliar dan dipusat ibu kota UJoh Bilang dikerjakan CV Tepian Sarana Eletrik dengan nilai kontrak Rp1.294.269.361,00.

Dimana pekerjaan jaringan distribusi listrik tersebut, diputuskan tidak selesai dikerjakan dan dilakukan putus kontrak. Sehingga kegiatan pengadaan pada Dinas PUPR Kabupaten Mahulu tahun 2019 itu, menjadi temuan dalam LHP BPK RI Nomor: 21.c/ LHP/XIX.SMD/2020 tanggal 23 Juni 2020, sebesar Rp1.778.288.305,35 miliar.

Dengan rincian terdapat temuan LHP BPK RI pada uang muka jaminan sebesar Rp1.325.294.029,33 miliar dan Rp388.280.808,00 miliar, kepada rekanan kegiatan tersebut tahun 2019. Selain itu jaminan pelaksanaan sebesar Rp64.713.468,05 juta, yang belum dicairkan dan setorkan ke kas daerah.

Sebelumnya pada tanggal 19 Agustus 2021, bidang intelijen Kejaksaan Kubar melakukan pemeriksaan terkait dua kegiatan itu, mulai dari Kepala Dinas PUPR Mahulu selaku Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), serta penyedia kontraktor, dan pihak Asuransi Bosuwa cabang Samarinda.

“Setelah dilakukan pemeriksaan atas dua kegiatan tersebut. Kemudian kita menyampaikan kepada PA dan PPK untuk melakukan klaim jaminan uang muka dan jaminan pelaksana kepada rekanan pihak Asuransi Bosuwa cabang Samarinda, dengan pengembalian kerugian uang negara yang dikembalikan secara bertahap selama 7 kali sebesar Rp1.126.000.000,” jelas Kajari Kubar Bayu Pramesti kepada wartawan, Selasa (12/10/2021).

Lanjut dia, dalam pengembalian kerugian uang negara tersebut, terdapat ada kekurangan sebesar Rp 652.288.305,35, yang baru saja dilakukan pengembaliannya di Kantor Kejaksaan Negeri Kubar, disaksikan langsung Kepala Inspektorat Kabupaten Mahulu, Budi Gunarjo Ompusunggu, yang dihadiri perwakilan Asuransi Bosuwa dan Surpendi selaku PPK dalam proyek pengadaan jaringan distribusi listrik tersebut.

“Kegiatan hari ini tadi (reed- 12 Oktober 2021) pengembalian sisa uang kegiatan sebesar Rp 652.288.305,35, sehingga total uang negara telah dipulihkan kembali sebesar Rp1.778.288.305,35 miliar,” Jelas Bayu Pramesti didampingi Kasi Intelijen Kejaksaan Kubar Ricki R Pangabean dalam keteranan persnya di Kejaksaan Negeri Kubar di Sendawar.

Rincian pengembalian atas kerugian uang negara dalam proyek pengadaan jaringan distribusi listrik di Kabupaten Mahulu tahun 2019.

Pengembalian uang tahap I pada tanggal 27 Agustus 2021 sebesar Rp200 juta.
Pengembalian uang tahap II pada tanggal 30 Agustus 2021 sebesar Rp500 juta.
Pengembalian uang tahap III pada tanggal 31 Agustus 2021 sebesar Rp100 juta.
Pengembalian uang tahap IV pada tanggal 31 Agustus 2021 sebesar Rp100 juta.
Pengembalian uang tahap V pada tanggal 31 Agustus 2021 sebesar Rp101 juta.
Pengembalian uang tahap VI pada tanggal 01 Oktober 2021 sebesar Rp25 juta.
Pengembalian uang tahap VII pada tanggal 01 Oktober 2021 sebesar Rp 100 juta.
Pengembalian uang tahap VIII pada 12 Oktober 2021 sebesar Rp Rp 652.288.305,35, (enam ratus lima puluh dua juta dua ratus delapan puluh delapan ribu tiga ratus lima puluh rupiah tiga puluh lima sen. Dengan jumlah total keselurahan sebesar Rp Rp1.778.288.305,35 miliar.

Penulis : Alfian
Editor : Redaski

Bagikan:

Related posts