Sinergikan Program Atasi Permasalahan Yang Dihadapi

BALIKPAPAN, Swarakaltim.com – Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim melaksanakan kegiatan Forum Perangkat Daerah dengan tujuan pemantapan program dan kegiatan kesehatan, dan mensinkronkan usulan program antar perangkat daerah provinsi dan kabupaten kota lingkup Dinas Kesehatan tahun 2023.

Pembukaan Forum Perangkat Daerah Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim tahun 2022, dibuka langsung Penjabat (Pj) Sekdaprov Kaltim H Riza Indra Riadi mewakili Gubernur Kaltim, yang dilaksanakan secara offline dan online di Ballroom Hotel Swiss Bell Balikpapan, Kamis (10/3/2022).

Riza mengatakan beberapa permasalahan yang dihadapi dan dirasakan dalam pembangunan kesehatan di Kaltim diantaranya penyediaan dan pemerataan fasilitas kesehatan khususnya di daerah terdepan, terpencil dan terisolir (3T) belum optimal.

“Distribusi tenaga kesehatan masih belum merata khususnya pada daerah terdepan, terpencil dan terisolir (3T) termasuk alat kesehatan pada Puskesmas dan rumah sakit Pratama belum memadai,” kata Riza.

 Selain itu lanjut Riza, akses infrastruktur jalan yang menuju tempat pelayanan kesehatan kurang memadai khususnya pada daerah terdepan, terpencil dan terisolir. Kesadaran perilaku masyarakat hidup sehat masih kurang.

“Termasuk belum optimalnya dukungan lintas sektor terkait dalam upaya penyelesaian masalah isu kesehatan nasional,” ujarnya.

Selain itu, adanya Pandemi Covid-19 menyebabkan perubahan di berbagai aspek kehidupan, terutama sangat berpengaruh signifikan di aspek kesehatan masyarakat. Sehingga pelaksanaan program bidang kesehatan berfokus pada penanganan Covid-19.

“Beberapa pencapaian kinerja kesehatan Provinsi Kalim untuk tahun 2021, menunjukkan hasil yang belum maksimal karena kondisi pandemi Covid-19 sejak bulan Maret 2020 yang lalu, sehingga pelaksanaan program terfokus pada penanganan Covid-19,” tandasnya.

Walaupun demikian, lanjut Riza, target indikator tujuan Dinas Kesehatan untuk Usia Harapan Hidup tercapai dari target 74,45 tahun dicapai dengan angka 74,61 tahun atau lebih tinggi 0,16 dari target yang diinginkan,” kata Riza Indra Riadi.

Tampak hadir Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim Masitah, Kepala Bappeda Kaltim HM Aswin, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahranie Samarinda dr David Masjhoer, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim Yudha Pranoto, Kepala Dinas Kesehatan kabupaten kota se Kaltim, serta undangan lainnya.(mar/her/yans/adpimprovkaltim/adv/aya/sk)

Loading