Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah Mulai Rintis Perpustakaan BNN

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Kepala Balai Rehabilitasi Samarinda Badan Narkotika Nasional (BNN) Tanah Merah, Kombes.Pol. Drs. Sutarso, SH, MSc mengatakan peningkatan sumber daya manusia di BNN terus ditingkatkan, salah satunya adalah merintis perpustakaan BNN.

Untuk itu diperlukan kerjasama antar lembaga supaya saling mendukung agar generasi muda dapat terfasilitasi untuk peningkatan sumber daya manusianya.

“Kerjasama antar lembaga ini penting untuk saling mendukung, agar generasi muda kita dapat terfasilitasi untuk peningkatan sumber daya manusia nya. Kita akan rintis untuk pelaksanaan kerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur daerah terutama bidang perpustakaan dan kearsipan,” ucapnya kepada media ini di Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah Lempake Samarinda, belum lama ini

Ditambahkan, di balai rehabilitasi ini kegiatan klien mulai dari bangun pagi hingga tidur kembali, sudah terencana dalam program.

“Mulai bangun tidur ada sholat berjamaah, habis itu bersih-bersih diri, sarapan, ada seminar pembelajaran, siang makan siang, kemudian sore ada olahraga, malam ada mengaji bagi yang muslim. Jadi sudah tertata,” jelas Sutarso.

Kebutuhan edukasi difasilitasi dengan menghadirkan guru yang dapat berinteraksi face to face, tanya jawab langsung, bisa juga belajar kelompok, termasuk kegiatan kesehatan fisik. Sedangkan kegiatan untuk membaca kebanyakan dilakukan pada hari libur.

“Kebanyakan klien di balai rehabilitasi ini, usia dewasa awal, sehingga harus banyak belajar, jadi kami mengundang guru-guru dari luar baik guru bahasa Indonesia, bahasa inggris, IPA, matematika agar klien tidak ketinggalan informasi dan terus ditingkatkan kualitas wawasan keilmuannya. Kami siapkan ruang belajar, internet terbatas hanya khusus edukasi,” terangnya.

Diakui Sutarso secara kelembagaan belum ada kerjasama dengan perpustakaan daerah, pihaknya akan evaluasi dulu kebutuhan buku-buku yang diperlukan bagi klien di panti rehabilitasi narkoba ini.

“Apakah perlunya buku-buku digital, atau klien kebutuhan buku yang kurang apa, kita akan evaluasi dulu, sehingga jika diperlukan kerjasama dengan Dinas Perpustakaan sudah jelas mana yang bisa dibantu dari perpustakaan daerah provinsi Kalimantan Timur,” jelas Sutarso.

Balai Rehabilitasi BNN yang terletak di Tanah Merah Jalan Bontang-Samarinda Kelurahan Lempake Samarinda, untuk memenuhi minat baca dari pegawai dan staf maupun klien mulai dirintis pembuatan perpustakaan mini, baik yang tersedia di kantor balai maupun di ruang-ruang pembinaan klien.

Sementara itu, Maulida – staf Analis Layanan Umum balai rehabilitasi BNN mengatakan upaya untuk memfasilitasi minat baca para pegawai dan staf kita sediakan buku-buku yang kami siapkan di lemari buku.

“Saat ini klien per siang ini (13/6/2023) ada 71 orang klien dan jumlah pegawai 146 orang. Jika ada waktu kosong mereka bisa memanfaatkan untuk membaca di tempat yang telah disiapkan. Buku tersedia di lemari buku,” jelas Maulina yang bekerja di Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah ini sejak tahun 2012 lalu.

Maulida mengakui untuk penataan buku masih ala kadarnya. “Kami belum lakukan pengkodean seperti Perpustakaan, karena belum punya ilmunya. Semoga ada pembinaan dari Perpuskanaan Daerah Kaltim untuk bagaimana cara pengelolaan perpustakaan yang baik,” harap Mualida.(adv-kominfo kaltim/an/dho)

Loading