Kolaborasi IESR, CASE Dan Dinas ESDM Kaltim Gelar Workshop Transisi Energi Dan Kelas Jurnalistik.

BALIKPAPAN, Swarakaltim.com – Dalam rangka untuk melihat kesiapan institusi dan berbagai pelaku di daerah, guna mendukung transisi energi Indonesia, Institute For Enssential Service Reform (IESR) berkolaborasi bersama program CASE, Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ), dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) telah melaksanakan kegiatan Workshop Jelajah Energi Kaltim, Selasa (5/9/2023).

Para peserta kegiatan jelajah energi Kaltim terdiri dari instansi pemerintah yakni Dinas ESDM Kaltim, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Perkebunan.

Untuk peserta dari kelompok masyarakat yang terdiri dari Duta Wisata Kaltim, Duta Lingkungan Kota Balikpapan, Kawal Borneo Community, Bank Telihan, Srikandi Konservasi, WALHI Kaltim,v Yayasan Bumi, dan Su-re.co.

Untuk peserta dari akademisi yang terdiri dari Universitas Mulawarman, Politeknik Negeri Samarinda, dan SRE Institut Teknologi Kalimantan, serta puluhan awak media lokal juga nasional turut hadir sebagai peserta di kegiatan jelajah energi Kaltim.

Kegiatan jelajah energi Kaltim ini di awali dengan melaksanakan di mulai dari hari Selasa 5 September hingga Kamis 7 September 2023.

Kegiatan dengan tema “Penguatan Peran Elemen Masyarakat Daerah Memulai Transisi Energi Berkeadilan Menyongsong Indonesia Bebas Emisi 2060” merupakan agenda nasional untuk mengetahui kesiapan instansi terkait dengan transisi energi di Indonesia.

Transisi energi menjadi salah satu upaya menjaga ketahanan energi dan mewujudkan ekonomi hijau di Indonesia dengan tujuan antara lain :

  1. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang efisiensi energi.
  2. Memantik diskusi seputar krisis iklim dan transisi energi.
  3. Mempromosikan platform Akademi Transisi Energi.
  4. Mengumpulkan dokumentasi seperti foto,video dan cerita terkait krisis iklim yang menjadi data awal dalam rencana penyusunan buku Jelajah Energi Kalimantan Timur.

Dalam sambutannya, Dr. Rachmat Mardiana dari Kementerian PPN/Bappenas menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya bisa menyusun narasi secara bersama-sama.

“Terutama bagaimana bisa meningkatkan pembangunan terhadap lingkungan yang tertib kedepannya,” lanjutnya.

“Kalau melihat sisi potensi sumber energi dari batu bara di Kalimantan, dan juga biomassa yang bisa di kembangkan sebagai sumber energi terbarukan,” ujarnya.

“Saat ini sedang di lakukan penyusunan dokumen untuk di tahun 2045, dan minimal pertumbuhan ekonomi 6 persen pertahun sebagai salah satu syaratnya,” ucapnya.

Rachmat juga menyebutkan bahwa media massa memiliki peran penting untuk memberikan pemahaman dan mendorong serta memastikan keterlibatan untuk pelaksanaan visi dan misi pembangunan secara keseluruhan.

“Terdapat beberapa strategi terkait dengan bagaimana pemanfaatan kebijakan yang dapat meningkatkan pengembangan Komunitas, konten digital sebagai juru bicara atau komunikasi publik,” imbuhnya.

“Dan dengan adanya kegiatan ini, kita bisa berkolaborasi bersama-sama mendukung dalam transisi energi guna menuju Indonesia emas 2045,” katanya.

Di tempat yang sama, Perwakilan Kadis ESDM Kaltim Elly Luchritia Nova selaku Kepala bidang (Kabid) Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) menambahkan bahwa transisi energi tersebut bermanfaat bagi kehidupan manusia.

“Energi terbarukan ini, lebih ramah lingkungan dan dapat mengurangi pencemaran udara serta kerusakan lingkungan,” lanjutnya.

“Dengan adanya energi terbarukan ini pula, di harapkan bisa mendorong masyarakat, agar lebih mandiri, karena mudah di dapat bahan bakunya,” ujar Kabid EBTKE Dinas ESDM Kaltim ini.

“Dan tidak bergantung pada pasokan energi yang berasal dari impor,” kata Elly Luchritia Nova.

“Energi terbarukan ini bisa pula mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan bagi masyarakat di Kaltim,” terangnya.

Kegiatan ini di lanjutkan dengan pemaparan transisi energi dan teknologi tepat yang di bawakan oleh Irwan Sarifuddin dari IESR, pembahasan Co-Firing dan Biogas dari perwakilan IESR serta ESDM Kaltim.

Pada sesi pemaparan PLTS dan POME juga di bawakan oleh IESR dan perwakilan ESDM, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan persiapan liputan transisi energi yang dibawakan serta teknis kunjungan dan pembagian atribut oleh Kurniawati Hasjanah dari IESR.

Di jelaskan pula bahwa, selain kegiatan workshop, IESR juga telah menjadwalkan kegiatan kunjungan jelajah energi di Kota Balikpapan dan Kabupaten Kutai Kartanegara pada hari Rabu 6 September 2023 dan hari Kamis 7 September 2023 mendatang. (AI)

Loading