Pengurus DPD GAMKI Kaltim Dilantik, Sahat: Jangan Hanya Diskusi, Harus Rasakan Dampak Pembangunan IKN

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kaltim baru saja dilantik untuk masa bakti 3 tahun langsung oleh Ketua Umum DPP GAMKI Sahat Martin Philip Sinurat di ballroom hotel Midtown Samarinda, Rabu (29/11/2023).

Ketua DPD GAMKI Kaltim Daniel Abadi Sihotang mengatakan, pelantikan itu berdasarkan hasil Tim formatur Konferda III DPD GAMKI Kaltim yang dilaksanakan Agustus 2023 lalu. Dalam konferda itu dirinya secara aklamasi terpilih untuk menahkodai organisasi tersebut di tingkat provinsi.

“Pasca pelantikan ini, kegiatan terdekat yang kami akan lakukan adalah menyusun program kerja. Tentu kami akan berpatokan pada pokok pikiran yang menjadi garis besar haluan organisasi dalam menyusun program kerja tiga tahunan,” katanya, Jumat, 1 Desember 2023.

Tema GAMKI selama tiga tahun kedepan adalah “Pulihkan Bangsa Kami”. Serta sub tema: “Mewujudkan Kepemimpinan Pemuda Kristen yang Transformatif dan Inovatif”. Karena itu, ia ingin DPD GAMKI Kaltim akan ikut terlibat dengan pemerintah provinsi (Pemprov) Kaltim dalam upaya membangkitkan perekonomian Bumi Etam pasca pandemi Covid-19.

“Kaltim harus kembali bangkit. Kami akan komitmen bergerak bersama pemerintah dan stakeholder lainnya dalam proses pemulihan ini. Kita juga memanjatkan doa dan harapan bahwa Indonesia terkhusus Kaltim akan kembali pulih. Khususnya perekonomian masyarakat,” ucapnya.

Optimis yang mereka miliki itu menurutnya, ditularkan dari optimisme yang dimiliki Presiden RI Joko Widodo yang berani memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) dari DKI Jakarta ke Nusantara di Penajam Paser Utara (PPU), Kaltim. Mereka menyebut bahwa itu adalah program pembangunan Indonesia sentris.

Bagi GAMKI, pembangunan Indonesia sentris ini merupakan pembangunan yang memiliki visi transformatif, inovatif dan berkelanjutan. Tujuannya adalah agar Indonesia menjadi negara maju di usia 100 tahun nanti. Visi itu juga menjadi mimpi besar dan cita-cita GAMKI.

“Kami DPD GAMKI Kaltim tidak mau hanya jadi penonton, pengamat atau hanya menjadi pengkritik saja. GAMKI harus ikut berperan dalam visi besar ini. Kami siap menjadi pelaku sejarah bersama para pemuda di Indonesia lainnya untuk mencapai Indonesia emas 2045 nanti,” terang mahasiswa pascasarjana Unmul Samarinda itu.

Salah satu untuk mewujudkan semua itu, yakni dengan menyiapkan kader GAMKI yang profesional di bidangnya. Karena itu mereka pun akan melakukan kaderisasi kepada setiap anggotanya. Mulai tingkat dasar, madya dan utama. Termasuk membuat badan bentukan GAMKI.

Badan bentukan yang dimaksud adalah lembaga bantuan hukum (LBH), Brigade Serbaguna (Brigsena), lembaga advokasi dan pendidikan pemilu. Juga pusat studi termasuk sekolah perdamaian. “Di sini, semua kader GAMKI bisa belajar, berjejaring dan mengabdikan dirinya bagi kemanusiaan,” terangnya.

Dalam Pemilu nanti, GAMKI juga ingin ikut berpartisipasi mewujudkan pemilu damai, pemilu tanpa polarisasi, pemilu tanpa adanya ujaran kebencian. “Kami akan berkolaborasi dengan organisasi kepemudaan lintas agama lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Sahat Martin Philip Sinurat menambahkan, dari semua DPD GAMKI se-Indonesia, Kaltim salah satu DPD yang paling aktif melakukan tugas pelayanan. Serta paling kompak. “Ini tolak ukur dari kepengurusan sebelumnya yang dipimpin Nixon Butarbutar,” ucapnya.

Ia berharap, kepengurusan yang baru ini dapat melakukan hal yang sama seperti periode sebelumnya. Melakukan kerjasama dan kolaborasi tidak hanya di internal DPD. Tapi, kepada seluruh DPC di Kaltim dan organisasi kepemudaan lintas agama.

“Tahun lalu, kami pernah melakukan apel bersama di titik nol IKN Nusantara. Itu sebagai bentuk komitmen kita agar pembangunan IKN bisa terus berjalan. Paling utama adalah melibatkan generasi muda. Terkhusus para pemuda yang berada di Kalimantan,” ungkapnya.

Sahat menceritakan jika dirinya baru saja pulang dari Melawi, Kalimantan Barat. Para pemuda di sana, saat itu membuat dialog. Terkait dampak yang harus mereka dapatkan dari pembangunan IKN di Kaltim.

“Mereka saja yang jauh sudah memikirkan dampak yang akan mereka dapatkan. Apalagi kita di Kaltim. Sudah seharusnya kita bukan hanya sekedar diskusi saja. Tetapi, sudah bisa menyuarakan dan mencari solusinya. Termasuk meminta yang menjadi hak pemuda di Kaltim,” tegasnya.

Ia pun ingin agar suara-suara itu terus digaungkan. Sehingga, siapapun pemimpin yang terpilih nanti, akan tetap melanjutkan proses pemindahan IKN ini dari tanah Jawa ke Kaltim. Serta bisa memberdayakan seluruh pemuda di Bumi Etam untuk terlibat dalam pembangunannya. Sehingga, masyarakat lokal juga mendapat dampak dari pemindahan IKN ini. (*dho)

Loading