Foto saat Bupati menyerahkan secara simbolis insentif Kepada Kampung Penerima

Foto saat Bupati menyerahkan secara simbolis insentif Kepada Kampung Penerima

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Melihat dukungan Pemerintah baik pusat dan daerah terhadap pemerintah kampung sangat besar, Bupati Berau Kembali mengingatkan para kepala kampung dan aparatnya agar selalu berhari hati dalam mengelola anggaran yang digelontorkan ke kampung. Selain itu Kepala Kampung juga diminta untuk mmebangun inovasi menggali sumber Pendapatan Asli Kampung (PAK) dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki kampung. Hal itu terungkap saat Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas Kepala Kampung di Gedung Balai Mufakat beberapa waktu lalu.

Bupati juga memaparkan jika kedepan kampung seharusnya tidak hanya bergantung pada Anggaran Dana Kampung (ADK), Bantuan Provinsi (Banprov) dan Anggaran Dana Desa (ADD) serta Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah.

“Kita ingin mewujudkan kampung tanpa korupsi dan pencegahan tipikor di pemerintahan kampung, pengawasan keuangan kampung dan tata kelola administrasi pertanahan, pengelolaan keuangan kampung dan pengamanan aset kampung, wajib mengisi LHKPN bagi kepala kampung dan implementasi transaksi non tunai sesuai peraturan BI, “papar Bupati.

Untuk menjaga kinerja dan semangat aparatur kampung, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memberikan Dana Insentif Kampung (DIKA) kepada kampung. Hal itu guna terus merangsang kinerja kampung agar mepertahankan dan meningkatkan program kerjanya kedepan.

“DIKA ini diambil 1% dari total ADK atau total 3,2 Milyar yang diperoleh kampung penerima, makanya kita berharap agar apa yang sudah pemerintah berikan ke kampung ini akan mampu semakin menambah kemajuan kampung, “pesan Bupati.

Prinsip kehati-hatian dan teliti dalam setiap penggunaan dana kampung diharapkan Bupati mampu meminimalkan kesalahan dalam mengelola dana kampung. “Kepala kampung adalah nakhoda bagi kampungnya, yang menentukan sebuah kebijakan sehingga perlu berhati-hati dalam pengambilan kebijakan tersebut”, jelasnya.

Selain itu, aparatur kampung dan perangkat pengelola keuangan kampung juga harus mengikuti dan menjalankan seluruh prosedur serta mekanisme pengelolaan keuangan secara tertib dan disiplin.

Bupati juga menghimbau para Kepala Kampung agar berkoordinasi dengan camat dan seluruh stakeholder terkait dalam menjalankan program-program kampung dan menentukan kebijakan.

“Jalin koordinasi yang baik dengan Camat yang kemudian akan membantu mengkomunikasikan permasalahan yang dihadapi dengan dinas terkait, sebab jika mkoordinasi tidak jalan, maka mustahil program kampung akan berjalan lancar, ”katanya. (Nht/Day).

Loading