Caption: Penguntingan pita sebgai tanda peresmian gedung lumbung pangan terintegrasi di Kampung Jambuk Makmur, Kecamatan Bongan, Jumat (18/10/2024).
SENDAWAR, Swarakaltim.com – Dalam rangka mendukung dan program-program yang telah diinisiasi oleh Presiden Joko Widodo, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) saat ini tengah mengembangkan rencana terkait proyek lumbung pangan terintegrasi di Kabupaten Kutai Barat.
Proyek merupakan gudang lumbung pangan terintegrasi yang direalisasikan BPBD Kaltim di Kampung Jambuk Makmur, Kecamatan Bongan. Program ini berawal dari kenyataan bahwa wilayah tersebut telah menjadi pusat industri pertanian selama beberapa tahun terakhir, dengan beras sebagai produk unggulan yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.
Gudang lumbung pangan terintegrasi ini, diresmikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Agus Tianur, didampingi Kepala Dinas Ketapang Kubar, disaksikan oleh Camat Bongan dan Petinggi Kampung Jambuk Makmur, serta tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan kelompok tani diwilayah ini, Jumat 18 Oktober 2024.
Dalam peresmian itu dilakukan pengguntingan pita, selanjutnya dilakukan penyerahan bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CCP) dari Pemerintah Pusat dan Provinsi Kaltim. Kemudian bantuan mesin gilingan padi yang nantinya akan dikelola masyarakat petani Kampung Muara Gusik, Kecamatan Bongan.
“Pemerintah Kutai Barat berkomitmen unutk menguatkan pembangunan infrastruktur pangan diwilayah ini. Hal ini bukti kepedulian pemerintah daerah dalam mendukung kemandirian pangan. Berupa pembangunan lumbung pangan terintegrasi, alat penunjang kegiatan dan mesin giling padi komplit,” ujar Rion.
Dirinya mengakui bahwa Kecamatan Bongan merupakan salah satu kecamatan yang potensial penghasil beras di Bumi Sendawar Tanaa Purai Ngeriman. Dengan adanya bantuan alat penunjang dari Provinsi Kaltim, diharapkan dapat meningkatkan pengembangan cadangan pangan diwilayah Kutai Barat.
“Untuk memenuhi ketersediaan pasokan beras di Kutai Barat, sedikitnya 32 ribu ton. Kendati demikian, pasokan beras yang ada baru terpenuhi sekitar 5 ribu ton, yang dihasilkan dari beras produksi lokal, meliputi diwilayah 16 Kecamatan se-Kutai Barat. Untuk Kecamatan Bongan sendiri hasil poruduksinya terbanyak mencapai 3 ribu ton,” terang Rion.
Kepala Plh BPBD Kaltim Agus Tianur menjelaskan, program ini berawal dari kenyataan bahwa wilayah tersebut telah menjadi pusat industri pertanian dengan beras sebagai produk unggulan yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Oleh karena itu pembangunan lumbung pangan terintegrasi diharapkan mewujudkan pemenuhan kebutuhan akan pangan di Kutai Barat.
“Kebutuhan pangan ini terutama khusus bagi masyarakat di sekitar lumbung pangan dan sebagai cadangan pangan kampung. Unutk itu diharapkan para aparat kampung bisa meningkatkan peran kelompok dalam mengelola cadangan pangan di wilayah ini,” pintanya.
Agus Tianur juga berpesan kepada kelompok tani diwilayah ini, untuk menjalankan fungsi ekonomi bagi anggotanya dengan meningkatkan volume cadangan pangan kelompok. ”Lakukan hal itu untuk menjamin akses dan kecukupan pangan bagi anggotanya. Sehingga dapat meningkatkan modal kelompok melalui pengembangan usaha ekonomi produktif di bidang pangan,” pungkasnya (Adv-diskominfo/kbr).
Penulis : Fajar
Editor : Alfian
Publisher : Rina