BALIKPAPAN, Swarakaltim.com Pemerintah Kota Balikpapan mengajak masyarakat untuk bersama sama mengawasi pelayanan publik seperti kelistrikan. Karena pelayanan publik tidak hanya kesehatan dan pendidikan, namun hal lain. Demikian diungkapkan Walikota Balikpapan Rahmad Masud.
“Pemerintah tidak akan mungkin mampu berjalan sendiri tanpa ada informasi yang disampaikan kepada kita,” katanya.belum lama ini.
Rahmad menjelaskan, persoalan pemasangan listrik yang belum terpasang, meminta masyarakat segera melapor jika menemukan masalah serupa. Untuk itu, gotong royong dan kebersamaan menjadi kunci agar pelayanan publik, termasuk kelistrikan, bisa berjalan dengan baik. “Mudah-mudahan melalui gotong royong kita, kebersamaan kita, kekompakan kita, kita bisa berbagi kebahagiaan kepada saudara-saudara kita,” katanya.
Lanjut Rahmad, pihaknya juga mengapresiasi kepada PLN, yang ia nilai terus berupaya memberikan pelayanan terbaik. Tidak hanya terkait kelistrikan, pemerintah kota dalam memastikan akses layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan bagi seluruh masyarakat. Namun, ia kembali mengingatkan bahwa fungsi pengawasan pelayanan publik bukan hanya tugas pemerintah. Tetapi juga membutuhkan gotong royong dengan masyarakat.
Sementara itu, Darmawah adalah satu dari sekian warga prasejahtera yang menjadi penerima program Light Up The Dream. Ini inisiatif pegawai PLN UP3 Balikpapan yang secara sukarela menggalang donasi demi membantu warga kurang mampu mendapatkan sambungan listrik mandiri.
“Anggaran ini murni dari donasi pegawai PLN. Bukan dari perusahaan, tapi dari kami sendiri secara pribadi dan sukarela,” ujar Kepala PLN UP3 Balikpapan, Arief Prastianto, usai mendampingi penyalaan listrik simbolis di rumah Darmawah.
Tidak seperti program bantuan lain yang kadang harus menunggu data atau seleksi administratif, penerima Light Up The Dream dipilih melalui proses “hunting” langsung di lapangan. Tim PLN turun ke pemukiman, bertanya ke RT, lurah, bahkan pengurus masjid dan gereja. Mereka memastikan bantuan jatuh ke warga yang benar-benar membutuhkan, seperti Darmawah.
“Kami tanya ke stakeholder setempat, apakah ada masyarakat yang belum memiliki sambungan listrik mandiri dan kesulitan untuk membayar biaya penyambungan. Biasanya mereka masih menyalur dari kerabat atau tetangga,” jelas Arief.
Untuk tahap awal 2025, PLN menargetkan 150 sambungan gratis di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, dengan sebagian besar penerima di luar Balikpapan, seperti Bulungan dan Melak, wilayah yang angka kepemilikan ID pelanggan PLN masih rendah. (*/pr)