Disdik Bontang Persiapkan Guru Regenerasi Pasca Purna Tugas

Kabid Pendidikan GTK Disdibud Bontang Ishak Karangan

BONTANG,Swarakaltim.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang,(Disdikbud) bakal mempersiapkan pembekalan kepada guru yang masih aktiv. Ini dilakukan untuk menyiapkan para guru sesepuh jika memasuki purna tugas.

Kepala Bidang Pembinaan GTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Ishak Karangan, saat ini pihaknya Tengah mempersiapkan Langkah konkrit kepada para guru muda. Salah satu program yang Tengah dilakukan adalah menyiapkan pembekalan kepada para guru. Termasuk dengan peningkatan kapasitas, kredibilitas dan kompetensinya.

“Jadi, para guru yang akan pensiun nanti, akan digantikan dengan guru lain yang masih aktiv,diperlukan peningkatan kapabiltas sehingga jika menempati jabatan tersebut mampu bekerja dengan baik,” Ujar Ishak saat dihubungi Kamis. 30/10

Dia bilang, langkah persiapan puluhan guru dan kepala sekolah yang akan memasuki masa pensiun pada 2025–2026 perlu diperhitungkan secara matang.

“Makanya, saat ini peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah baru. Menjadi fokus kami untuk segera menerapkan program tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, penempatan para guru aktiv nantinya. tidak hanya untuk menempati jabatan itu. Namun jauh dari itu, untuk menduduki jabatan, harus sesuai dengan fungsi dan kewenangannya.

“Tentunya kami kedepankan pembinaan dan kapasitas guru dan kepala sekolah yang berprestasi. Sehingga jika memimpin satuan Pendidikan mampu berdedikasi dan beradaptasi dengan baik,” katanya.

Disinggung mengenai regenerasi, dan jumlah para guru yang akan mengisi jabatan guru purna tugas, Ishak menuturkan, hal tersebut bukan hanya soal jumlah tenaga pendidik dan kepala sekolah namun, yang menjadi prioritas adalah kualitas dan kredibilitas mengajar dan memimpin, pada satuan Pendidikan nantinya.

Kendati demikian, ia menilai program pelatihan yang diberikan juga harus menyesuaikan dengan tuntutan pendidikan modern dan berintegrasi dengan visi dan misi Kota Bontang.

“Tentunya pada guru dan kepala sekolah yang menempati jabatan itu harus siap bekerja dengan menerapkan inovasi kurikulum dan metode pembelajaran,” bebernya.

Saat ini pihaknya memastikan pembinaan mencakup seluruh sekolah. Baik negeri hingga swasta.

“Semua lembaga pendidikan harus mendapatkan perhatian yang sama,” ujarnya.

Karena nantinya program regenerasi para guru ini, diharapkan, terjadi kaderisasi pendidikan yang berkelanjutan dan berjenjang. Karena kata dia, sangat penting mempersiapkan generasi pendidik dengan kompetensi yang lebih mumpuni.

“Kita berharap, program ini dapat berjalan. Sehingga kapabilitas, kredibilitas dan profesinalisme dapat berkesinambungan,” tutupnya. Wan adv

www.swarakaltim.com @2024