SAMARINDA, Swarakaltim.com – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Kalimantan Timur memprediksi sejumlah komoditas berpotensi mendorong inflasi daerah menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sedikitnya tujuh komoditas masuk dalam daftar kewaspadaan.
Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih, menyampaikan bahwa proyeksi tersebut bersumber dari Early Warning System (EWS) Pengendalian Inflasi, hasil kerja sama Pemerintah Provinsi Kaltim dengan Bank Indonesia sebagai sistem peringatan dini pergerakan inflasi.
“Kami memiliki Early Warning System Pengendalian Inflasi yang berfungsi untuk memprediksi potensi inflasi Kalimantan Timur ke depan,” kata Heni, Senin (15/12/2025).
Berdasarkan pemantauan EWS, tujuh komoditas yang tercatat memiliki kontribusi inflasi di atas target meliputi beras, minyak goreng, daging ayam, cabai rawit, bawang merah, tomat, serta sektor angkutan udara.
Heni menjelaskan, meningkatnya permintaan masyarakat menjelang akhir tahun menjadi salah satu faktor utama yang mendorong potensi kenaikan harga komoditas tersebut, khususnya selama momentum Nataru.
Untuk menekan laju inflasi, DPPKUKM Kaltim telah menyiapkan sejumlah langkah pengendalian, salah satunya melalui pelaksanaan operasi pasar. Upaya ini tidak hanya difokuskan pada stabilisasi harga, tetapi juga pada pengurangan biaya distribusi.
“Operasi pasar kami lakukan dengan memberikan subsidi atau menekan biaya transportasi dari pasar induk di kota ke wilayah distribusi, termasuk daerah terpencil, agar harga di daerah bisa mendekati harga di kota,” jelasnya.
Melalui optimalisasi EWS dan intervensi yang tepat sasaran, Heni berharap inflasi di Kalimantan Timur dapat tetap terkendali hingga penghujung tahun.(DHV)