SAMARINDA, Swarakaltim.com – Pilar Jembatan Mahulu Dihantam Tongkang Lagi, Wagub Kaltim Tegur Keras Standar Pengamanan PelayaranIa menilai lemahnya sistem pengamanan tongkang menjadi pemicu utama berulangnya insiden tabrakan terhadap jembatan di Samarinda.
Peristiwa terbaru terjadi pada Minggu (25/1/2026) ketika tongkang BG Marine Power 3066 yang ditarik TB Marina 1631 hanyut akibat tali tambat terputus setelah tersenggol kapal lain. Tongkang bermuatan lebih dari 400 ton itu kemudian menghantam pilar 4 Jembatan Mahakam Ulu di kawasan Harapan Baru.
Seno Aji menegaskan dalih teknis seperti putusnya tali tambat tidak dapat dijadikan alasan pembenar atas kelalaian pengawasan. Ia menilai perusahaan pelayaran wajib bertanggung jawab penuh atas risiko yang timbul dari aktivitas mereka, terlebih insiden terjadi di luar jam pengolongan.
“Alasan itu sudah sering kami dengar. Itu urusan mereka. Yang jelas, jembatan kami kembali terdampak,” kata Seno Aji, Senin (26/1/2026).
Pemerintah Provinsi Kaltim segera mengambil langkah pengamanan dengan membatasi akses kendaraan berat di Jembatan Mahulu. Seluruh kendaraan bermuatan besar dan alat berat untuk sementara dilarang melintas hingga pemeriksaan teknis rampung dilakukan.
“Alat berat tidak kami izinkan melintas. Jika ingin menyeberang, silakan gunakan jalur Kutai Kartanegara,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, kendaraan dengan beban di atas delapan ton juga dibatasi melintas. Pemprov Kaltim tengah menyiapkan pengujian struktur pilar jembatan melalui uji statis dan dinamis guna memastikan tingkat kerusakan akibat hantaman.
Di sisi lain, proses hukum turut berjalan. Pemprov telah berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk menahan kapal yang terlibat. “Kapal sudah kami tahan dan investigasi sedang berjalan,” pungkas Seno.(DHV)