TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Sejak pagi hari, sebanyak 3.700 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelari komunitas, atlet profesional, karyawan perusahaan, hingga masyarakat umum memadati area start dan finish yang berlokasi di Lapangan Pemuda Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, dalam gelaran Berau Coal Run 2026, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan lari massal yang diinisiasi PT Berau Coal tersebut digelar dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, sekaligus menjadi momentum kampanye hidup sehat menjelang Ramadan dan sebagai celah berdayakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Terlaksananya agenda tersebut bukan sekadar ajang lomba lari, melainkan simbol kolaborasi antara Pemerintah daerah, perusahaan, komunitas olahraga, dan pelaku UMKM dalam mendorong kesehatan, keselamatan kerja, serta penguatan ekonomi lokal secara bersamaan.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme masyarakat. Beliau menegaskan bahwa olahraga menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang sehat dan produktif. Menghadirkan UMKM di kegiatan seperti ini sangat positif, sebagai upaya memajukan dan mendukung perkembangan dunia usaha daerah.
“Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi ajang kebersamaan menyambut Ramadan dan menguatkan semangat hidup sehat. Masyarakat sangat antusias, bahkan mereka tidak semata-mata berharap hadiah, tetapi ingin meramaikan dan berpartisipasi,” ujar Petinggi di Bumi Batiwakkal itu
Menurutnya, partisipasi ribuan warga menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya olahraga semakin meningkat. Hal ini dinilai sejalan dengan agenda pembangunan daerah yang menempatkan kualitas kesehatan sebagai prioritas. Lalu memanfaatkan momen ini turut serta memberdayakan UMKM local.
Sementara itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis, menekankan bahwa Berau Coal Run bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga sarana edukasi terkait pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3), khususnya bagi perusahaan dan tenaga kerja.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Berau, kami menyambut baik kegiatan ini. Hampir 3.700 orang mendaftar. Ini menunjukkan semangat luar biasa masyarakat terhadap olahraga. Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa aspek kesehatan dan keselamatan kerja adalah tanggung jawab bersama,” tuturnya.
Ia berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Berau dan PT Berau Coal terus diperkuat, tidak hanya dalam penyelenggaraan event olahraga, tetapi juga dalam penyerapan tenaga kerja, pemberdayaan masyarakat, dan dukungan terhadap pembangunan daerah.
Direktur Operasional & HSE PT Berau Coal, Arief Widhartono, menjelaskan bahwa kegiatan ini terbuka untuk karyawan, kontraktor, maupun masyarakat umum sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mengkampanyekan budaya hidup sehat. Bahkan, peserta tidak hanya berasal dari Berau, tetapi juga dari luar daerah.
“Kegiatan ini bagian dari Bulan K3 Nasional 2026. Lari adalah olahraga yang murah dan mudah dilakukan. Kita ingin menyampaikan pesan bahwa kesehatan itu penting. Tantangan masyarakat sekarang justru kurang bergerak, termasuk generasi muda,” jelasnya.
Ia menambahkan, melihat antusiasme yang terus meningkat setiap tahun, Berau Coal Run direncanakan menjadi agenda tahunan yang lebih besar dan meriah. Mengenai di hadirkan juga UMKM, karena kegiatan run ini menyedot banyak pengunjung sebagai peserta, seyogyanya di jadikan celah turut memberdayakan UMKM tersebut.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan kehadiran atlit nasional Agus Prayogo sebagai guest star. Ia mengaku terkesan dengan semangat para pelari Berau.
“Ini pertama kali saya hadir di Kota Sanggam. Antusias pesertanya luar biasa, baik di kategori 5K maupun 10K. Mudah mudahan event ini tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi mampu membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan. Dengan kata lain saya berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan,” ungkapnya.
Pada kategori 10K Open Putra, Zauly berhasil meraih juara pertama. Ia mengaku persaingan berlangsung ketat dan penuh strategi.
“Seru sekali, persaingannya saling kejar. Apalagi ada Bang Agus, saya tidak menyangka beliau hadir di sini. Semoga ke depan lebih meriah lagi,” katanya.
Di sisi lain, dampak ekonomi juga dirasakan para pelaku UMKM yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Ninta, pemilik Natsir Kitchen, mengaku dagangannya ludes dalam waktu kurang dari dua jam.
“Alhamdulillah, belum sampai dua jam sudah habis. Antusias peserta luar biasa. Harapannya event seperti ini terus ada dan semakin memberdayakan UMKM,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Rasti Kumairah dari RK Store. Ia menilai event berskala besar seperti ini menjadi momentum strategis bagi pelaku usaha kecil untuk memperluas pasar.
“Pesertanya bukan hanya lokal, tapi juga luar kota. Ini membantu branding usaha kami. UMKM memang butuh momen seperti ini untuk dikenal lebih luas,” jelasnya.
Meski berlangsung meriah dan sukses, kegiatan ini sekaligus menegaskan tantangan yang dihadapi daerah, yakni bagaimana menjaga konsistensi budaya hidup sehat di tengah pola hidup masyarakat yang cenderung kurang aktif. (Nht/Bin)