DPRD Soroti Beban Kader Posyandu dan Minimnya Dukungan Fasilitas

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Peningkatan fasilitas dan dukungan terhadap pelayanan kesehatan dasar memang di perlukan. Tetapi, kondisi kader Posyandu yang dinilai menghadapi beban kerja semakin berat tanpa diimbangi sarana prasarana dan insentif yang memadai juga perlu di perhatikan. Mengungkapkan hal itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau, Ratna baru baru ini.

“Berdasarkan masukan masyarakat dan pengakuan langsung para kader, saat ini mereka dituntut memenuhi hingga 25 kompetensi pelayanan. Namun di sisi lain, dukungan operasional dan kesejahteraan kader belum mengalami peningkatan signifikan. Ada kader yang datang menyampaikan kepada kami, pekerjaan mereka semakin bertambah, tetapi sarana prasarana dan insentif tidak ada peningkatan,” ungkapnya.

Menurut Ratna, kondisi ini berpotensi menimbulkan ketimpangan antara tuntutan program kesehatan dengan kapasitas dukungan yang diberikan Pemerintah daerah. Padahal, kader Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat paling bawah, mulai dari pemantauan tumbuh kembang balita, pelayanan ibu hamil, hingga edukasi gizi dan pencegahan stunting.

Dirinya menilai, apabila beban kerja terus meningkat tanpa penguatan fasilitas dan insentif, maka motivasi dan efektivitas pelayanan dapat terdampak. Karena itu ia meminta perhatian serius dari Pemerintah daerah agar Posyandu tidak hanya dijadikan simbol program kesehatan, tetapi benar-benar diperkuat dari sisi sumber daya manusia (SDM) dan dukungan anggaran.

Lanjut Dewan asal Partai Golongan Karya (Golkar) itu, bahwa keberhasilan Kabupaten Berau dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sangat bergantung pada peran aktif kader di lapangan. Tanpa dukungan konkret, target kesehatan seperti penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas layanan ibu dan anak akan sulit tercapai.

“Karena itu, saya berharap Pemerintah daerah dapat mengevaluasi kebijakan pembinaan Posyandu, termasuk mempertimbangkan peningkatan insentif serta penyediaan sarana prasarana yang memadai. Investasi pada kader kesehatan merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat Berau yang lebih sehat dan Sejahtera,” ujarnya. (Adv/Nht/Bin)

www.swarakaltim.com @2024