
TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Rencana pengembangan program pelestarian sejarah daerah yang digagas oleh Ormas Rabba Rimpa Bahari sangat positif. Tetapi, mengingatkan bahwa program tersebut berkaitan dengan penggunaan anggaran yang cukup besar, maka perencanaannya harus matang.
“Upaya mengenalkan jasa para pahlawan daerah melalui media film merupakan langkah positif yang perlu didorong. Kami sependapat bahwa generasi muda harus mengenal jasa-jasa pahlawan daerah, salah satunya melalui media film atau dokumentasi sejarah,” kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau, Fasra Wisono.
Menurutnya, inisiatif tersebut memiliki nilai strategis dalam memperkuat identitas budaya dan sejarah lokal di tengah perkembangan zaman. Dokumentasi sejarah dalam bentuk visual akan lebih mudah dipahami masyarakat luas, terutama generasi muda. Namun, perlu disusun secara terencana dan akuntabel agar terealisasi dengan lancar dan sukses.
“Pelestarian sejarah yang dikemas dalam film, jangkauannya bisa lebih luas dan masyarakat akan lebih mudah memahami nilai perjuangan tokoh-tokoh daerah tersebut,” jelas Legislator asal Partai Demokrat (PD) itu saat berbincang di kantor DPRD Jl Gatot Subroto, Tanjung Redeb, Selasa (24/2/2026).
Oleh sebab itu lanjutnya, hal penting harus matang dilakukan dari penyusunan proposal, harus rinci agar seluruh kebutuhan kegiatan dapat terpetakan dengan jelas. Karena sukses tidaknya program ini, menyangkut anggaran, tentu harus ada pertanggungjawaban. Makanya, ia menyarankan agar rencana tersebut dituangkan dalam proposal yang jelas dan terukur.
Masih Fasra, proposal yang komprehensif akan meminimalisasi adanya kebutuhan yang terlewat serta menjadi dasar pertanggungjawaban pelaksanaan program. Hal ini juga penting untuk memastikan dukungan anggaran yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi pelestarian sejarah daerah.
“Sering kali hal-hal kecil terlupakan jika tidak dituangkan dalam proposal. Padahal dokumen itu menjadi dasar perencanaan sekaligus evaluasi,” tutur Dewan yang juga merupakan Anggota Komisi II legeslatif Bumi Batiwakkal tersebut .
Fasra berharap setiap dukungan yang diberikan nantinya dapat menghasilkan output yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Dirinya juga menilai penguatan pemahaman sejarah lokal merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan karakter generasi muda di Kota Sanggam, Berau.
“Kami berharap ada hasil nyata yang bisa dikembalikan kepada masyarakat, sehingga upaya pelestarian sejarah ini benar-benar memberi dampak positif dan berkelanjutan,” imbuh Fasra Wisono mengakhiri perbincangan. (Adv/Nht/Sof)