BBM Mulai Langka, Bupati Berau Janjikan Langkah Cepat Demi Ojol Tidak Terdampak

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Aksi Sahur On The Road yang digelar Pemerintah Kabupaten Berau pada Minggu (15/3/2026) tidak hanya menjadi ajang pembagian bantuan bagi para pengemudi ojek online (ojol), tetapi juga berdialog secara langsung seputar persoalan krusial di tengah operasional para Ojol. Ternyata, terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang mulai dirasakan para pekerja sektor informal tersebut menjadi persoalan mereka bahas. Kegiatan yang berlangsung di tiga titik, yakni Jalan Mangga II, Jalan SA Maulana, dan Jalan Gatot Subroto, itu dipimpin langsung oleh Bupati, Sri Juniarsih Mas.

Dalam agenda tahunan setiap Ramadan tersebut, Bupati membagikan 119 paket Lebaran dan makanan sahur kepada para pengemudi yang selama ini menggantungkan penghasilan dari layanan transportasi berbasis aplikasi. Namun, di balik suasana kebersamaan itu muncul keluhan serius mengenai pasokan BBM yang belakangan sulit diperoleh dan berpotensi mengganggu mata pencaharian para driver ojol.

Bupati Sri Juniarsih menegaskan bahwa Pemerintah daerah akan menindaklanjuti laporan para pengemudi terkait antrean panjang di SPBU dan ketersediaan BBM yang tidak stabil. Beliau menyampaikan bahwa persoalan itu tidak boleh dibiarkan berlarut, mengingat transportasi roda dua menjadi tulang punggung sebagian besar layanan pengantaran di Kabupaten Berau.

“Persoalan kelangkaan BBM ini harus segera dikomunikasikan dengan pihak terkait. Para driver ojol sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar untuk bekerja. Jangan sampai masalah ini menghambat mereka mencari nafkah,” ujarnya saat berdialog dengan para pengemudi.

Dalam dialog tersebut, para driver menyampaikan bahwa antrean panjang di beberapa SPBU membuat mereka kehilangan banyak waktu produktif. Waktu yang seharusnya digunakan untuk melayani pelanggan justru habis di antrean pengisian bahan bakar. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada jumlah pesanan serta pendapatan harian mereka.

Koordinator Komunitas Ojol wilayah Kilo 5, Feri Febian Subianto, mengapresiasi perhatian yang diberikan Pemerintah daerah, namun menekankan bahwa masalah BBM harus segera ditangani agar tidak menimbulkan dampak lebih luas terhadap keberlangsungan pekerjaan para pengemudi. “Kami berterima kasih atas kepedulian pemerintah. Namun, kelangkaan BBM ini benar-benar mengganggu aktivitas kami. Harapan kami persoalan ini bisa diprioritaskan agar para driver bisa bekerja lebih lancar,” ujarnya.

Feri menambahkan bahwa para pekerja ojol bekerja tanpa batas waktu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga dukungan pemerintah dalam memastikan ketersediaan BBM menjadi hal yang sangat penting. Ia berharap komunikasi antara pemerintah, pengelola SPBU, dan pihak terkait lainnya dapat menghasilkan solusi konkret dalam waktu dekat. Kelangkaan BBM yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir dinilai sebagai ancaman terhadap keberlanjutan pendapatan para pekerja informal. Bila tidak segera ditangani, situasi tersebut berpotensi memicu ketidakstabilan ekonomi di tingkat mikro, terutama bagi keluarga yang bergantung pada penghasilan harian dari layanan transportasi daring.

Pemerintah Kabupaten Berau memastikan akan mengawal persoalan ini hingga tuntas. Selain itu, kegiatan Sahur On The Road yang digelar di berbagai titik di Tanjung Redeb diharapkan dapat mempererat komunikasi antara pemerintah dan para pengemudi, sehingga berbagai kendala di lapangan dapat ditangani lebih cepat dan efektif.

Bupati menegaskan bahwa perhatian kepada pekerja sektor informal tidak berhenti pada pembagian bantuan, melainkan juga pada penyelesaian persoalan yang berdampak pada keberlangsungan aktivitas ekonomi mereka. “Driver ojol adalah bagian penting dari layanan masyarakat. Mereka harus kita lindungi agar tetap produktif dan dapat bekerja tanpa hambatan,” tutupnya. (Nht/Bin)

www.swarakaltim.com @2024