Rahmad Mas’ud: Balikpapan Jadi Gerbang Strategis Penyangga IKN

BALIKPAPAN,Swarakaltim.com.                              Kota Balikpapan menjadi salah satu wilayah di Kalimantan Timur (Kaltim) yang mengalami iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi semakin berkembang di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Untuk itu, Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk terus menjaga kondusivitas Kota Balikpapan.

Menurut Rahmad, keamanan dan kenyamanan kota menjadi faktor utama yang mampu menarik investor dan pengusaha untuk menanamkan modal di Balikpapan. Terlebih, posisi kota ini dinilai sangat strategis sebagai pintu gerbang utama menuju kawasan IKN.

“Percaya saja, kalau kota kita aman dan nyaman, pasti para pengusaha dan investor akan masuk ke kota kita. Dengan pertumbuhan dan pembangunan IKN, kita tahu IKN akan besar, tetapi Balikpapan akan menjadi tempat semua berlabuh,” ujarnya, Selasa (19/5/2026)

Ia menilai, meskipun secara administratif IKN berada di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), namun secara aktivitas dan dukungan infrastruktur, Balikpapan akan memegang peranan penting sebagai kota penyangga utama.

“Secara aturan memang ibu kota negara ada di PPU, tetapi secara kenyataannya IKN ada di Balikpapan,” katanya.

Rahmad menegaskan, sektor kepelabuhanan menjadi salah satu potensi terbesar yang harus dimanfaatkan bersama. Balikpapan dinilai memiliki keunggulan strategis karena memiliki pelabuhan internasional aktif terbesar di Kalimantan yang langsung terhubung dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II di Selat Makassar.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat kapal-kapal besar dapat langsung bersandar dan melakukan aktivitas bongkar muat, sesuatu yang tidak dimiliki sejumlah daerah lain di Kalimantan.

“Pelabuhan internasional aktif di Kalimantan itu ada di Balikpapan. Kapal-kapal besar bisa langsung masuk karena berhadapan dengan ALKI II Selat Makassar,” jelasnya.

Ia menyebutkan, sekitar 90 persen distribusi logistik nasional masih bergantung pada jalur laut. Karena itu, keberadaan pelabuhan di Balikpapan menjadi aset penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan perdagangan di kawasan Kalimantan, khususnya menjelang berkembangnya IKN.

“Negara kita negara kepulauan, 90 persen distribusi digerakkan lewat laut. Barang-barang masuk melalui kapal, bukan pesawat,” ujarnya.

Rahmad berharap peluang besar tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku usaha lokal, terutama di sektor kepelabuhanan dan logistik.

Menurutnya, keberadaan Pelabuhan Kariangau Terminal (KKT) dan Pelabuhan Semayang harus mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat Balikpapan.

“Sayang kalau peluang sebesar ini tidak bisa kita akomodir. Insyaallah kita semua akan menjadi pelaku usaha di bidang kepelabuhanan, tentu dengan kerja sama dan kekompakan,” katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu bersaing dan mengambil peluang di tengah pesatnya perkembangan sektor logistik dan kepelabuhanan.

“Posisi kita sangat strategis. Pelabuhan kita salah satu pelabuhan internasional di Kalimantan Timur. Sayang kalau SDM kita tidak siap,” ujarnya.

Terkait pengembangan pelabuhan, Rahmad menjelaskan Pelabuhan Semayang ke depan akan difokuskan untuk melayani kapal penumpang, sementara aktivitas bongkar muat barang dipusatkan di Pelabuhan KKT Kariangau.

Menurutnya, pembagian fungsi tersebut penting untuk menjaga estetika kota sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan perkotaan.

“Pelabuhan Semayang nantinya diperuntukkan bagi kapal penumpang, sedangkan KKT untuk arus bongkar muat barang. Ini supaya tidak mengganggu tata kota dan lalu lintas karena dampaknya cukup besar,” jelasnya.

Rahmad optimistis, dengan dukungan pelabuhan yang memadai dan posisi geografis yang strategis, Balikpapan akan berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan seiring pembangunan dan perkembangan IKN.(Adv Diskominfo Balikpapan)

www.swarakaltim.com @2024