Kurangi Ketergantungan Pasokan dari Luar Daerah, Balikpapan Genjot Pengembangan 96 Hektare Sawah Baru

BALIKPAPAN,Swarakaltim.com.                                    Untuk mewujudkan kemandirian pangan, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus mempercepat pengembangan kawasan persawahan baru seluas 96 hektare di Kelurahan Gunung Binjai, Kecamatan Balikpapan Timur.

Program ini menjadi salah satu strategi untuk mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah yang selama ini masih mendominasi kebutuhan masyarakat.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan pengembangan lahan pertanian tersebut merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang tengah dijalankan pemerintah daerah. Dari total target 96 hektare lahan sawah, saat ini sekitar 42 hektare telah berhasil dicetak dan mulai dimanfaatkan.

“Saat ini sekitar 42 hektare sudah berhasil dicetak menjadi sawah, sisanya sekitar 54 hektare masih perlu ditindaklanjuti agar seluruh kawasan dapat dimanfaatkan secara optimal. Dari total 96 hektare yang direncanakan,” ujarnya, pada hari Senin, 15 Juni 2026.

Menurut Bagus, keberadaan sawah baru tersebut memiliki peran penting bagi Balikpapan yang selama ini masih mengandalkan pasokan beras dan berbagai komoditas pangan dari daerah lain. Dengan meningkatnya produksi lokal, ketahanan pangan daerah diharapkan semakin kuat sekaligus mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

“Kami ingin secara bertahap meningkatkan kemampuan daerah dalam memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Ini penting untuk menjaga ketersediaan pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah,” katanya.

Meski demikian, pengembangan kawasan pertanian masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan anggaran daerah. Oleh karena itu, Pemkot Balikpapan berharap mendapat dukungan dari pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan sarana dan prasarana pendukung.

“Kami berharap ada bantuan anggaran dari pemerintah pusat untuk mendukung pencetakan sawah, pembangunan jalan usaha tani, serta saluran irigasi teknis yang dibutuhkan petani,” jelas Bagus.

Selain itu, pemerintah juga mengusulkan pembangunan sumur bor dalam guna mengantisipasi potensi kekeringan saat musim kemarau. Ketersediaan air dinilai menjadi faktor krusial untuk menjaga produktivitas lahan pertanian yang sedang dikembangkan.

“Kalau musim kemarau terjadi, kami berharap ada dukungan pembangunan sumur air dalam sehingga kebutuhan air untuk mengairi sawah seluas 96 hektare tetap terpenuhi,” tambahnya.

Tidak hanya fokus pada kawasan Gunung Binjai, Pemkot Balikpapan juga mulai mengidentifikasi potensi lahan pertanian baru di wilayah utara kota, khususnya di kawasan sekitar jalan tol yang masih memiliki hamparan lahan gambut. Kawasan tersebut berpeluang masuk dalam program Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B).

Menurut Bagus, status KP2B dapat membuka akses terhadap berbagai program bantuan pemerintah pusat untuk mendukung pengembangan sektor pertanian daerah. Namun, peluang tersebut harus diikuti dengan penyusunan dokumen dan usulan teknis yang matang.

Selain memperluas lahan pertanian, pemerintah juga berupaya meningkatkan produktivitas petani melalui bantuan alat dan mesin pertanian, penyediaan benih unggul, serta dukungan pupuk. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan hasil panen sekaligus kesejahteraan petani lokal.

“Kalau produktivitas petani meningkat, tentu pendapatan mereka juga naik. Dampaknya tidak hanya bagi petani, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan secara keseluruhan,” ujarnya.

Bagus menambahkan, penguatan sektor pertanian menjadi semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat, termasuk untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar dan berkelanjutan.

Selain beras, pemerintah juga mulai mendorong pengembangan komoditas hortikultura seperti cabai dan tomat yang selama ini kerap menjadi penyumbang inflasi daerah.

Oleh Karena itu, pemkot melalui dinas terkait harus mulai menyiapkan kawasan pertanian yang mampu memasok kebutuhan tersebut agar harga tetap stabil dan ketahanan pangan daerah semakin kuat.(Adv Diskominfo Balikpapan)

www.swarakaltim.com @2024