Berau Coal Perkuat Perangi Stunting, Penghargaan Harganas Jadi Motivasi Perluas Kolaborasi

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Berau masih menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Di tengah tantangan tersebut, kolaborasi antara Pemerintah daerah dan sektor swasta kembali mendapat sorotan dalam Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026 yang digelar di Ballroom SM Tower Hotel, Jl Teuku Umar, Tanjung Rede, Kamis (23/7/2026).

Pada momentum tersebut, PT Berau Coal memperoleh apresiasi atas partisipasinya dalam Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Penghargaan itu menjadi gambaran bahwa penanganan stunting tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dunia usaha agar intervensi kepada kelompok rentan dapat berlangsung lebih luas dan berkelanjutan.

Sebagaimana tanggapan Gubernur Kalimantan timur (Kaltim) Rudy Mas’ud, mengatakan bahwa apa yang telah di realisasikan PT Berau Coal dalam mendukung memajukan sektor kesehatan khususnya dalam memerangi stunting di daerah hingga provinsi sangat diapresiasi.

“Tentunya kami semua juga selalu berharap bahwa keberadaan PT Berau Coal selalu bisa terus memberikan manfaat kepada masyarakat baik di daerah Kabupaten Berau dan juga Provinsi Kalimantan Timur,” ungkap Rudi Mas’ud.

Kemudian menurut Kepala BKKBN Kaltim, Sunarto, GENTING konsep dasarnya adalah sebuah gerakan. Berarti, melibatkan siapa saja yakni selain pemerintah harus terlibat perusahaan, lembaga swasta, maupun perorangan. Karena itu realisasi GENTING tidak menggunakan dana APBD maupun APBN, makanya dinamakan ‘gerakan’.

“Pada kesempatan ini, kami kembali mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bergerak bersama dalam rangka pengentasan dan penurunan stunting. Kehadiran peran perusahaan melalui konsep pentahelix ini sangat luar biasa. Ini menunjukkan adanya kesadaran bahwa membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas sudah dipahami oleh rekan-rekan di perusahaan,” katanya.

“Kami juga beri apresiasi kepada PT Berau Coal dan PT Pamapersada Nusantara yang telah berkontribusi menjadi Bapak Asuh Atasi Stunting di Berau,” tambah Sunarto.

Harapannya kedepan lanjut Sunarto, bukan hanya PT Berau Coal dan PT PAMA saja yang turut serta, tetapi perusahaan-perusahaan lain di lingkup wilayah Berau juga bisa ikut berkontribusi.

“Kami telah berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Berau—terutama Ibu Bupati dan Bapak Wakil Bupati—menyampaikan bahwa konsep pentahelix ini harus kembali dibangun dan diperkuat. Dengan semakin banyaknya mitra yang berkontribusi, kita dapat mempercepat penurunan prevalensi stunting,” tutur Sunarto.

Sementara itu tanggapan Community Based Development Superintendent PT Berau Coal, Hery Syaprani, mengatakan perusahaan memandang keterlibatan dalam Program GENTING sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap agenda pembangunan nasional, khususnya dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Persoalan stunting merupakan tantangan yang tidak dapat diselesaikan melalui pendekatan sektoral semata. Dibutuhkan sinergi lintas lembaga agar setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh dengan kondisi gizi yang memadai sejak usia dini,” ungkapnya.

“Jadi, keikutsertaan kami dalam program ini merupakan komitmen untuk mendukung langkah pemerintah daerah dalam menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat, produktif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan nasional,” tambah Hery.

Lanjutnya, penghargaan yang diterima perusahaan bukan sekadar bentuk apresiasi atas program yang telah dijalankan, melainkan menjadi dorongan untuk memperluas kemitraan bersama pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, BKKBN, tenaga kesehatan, pemerintah kampung, kader Posyandu, hingga berbagai unsur masyarakat yang selama ini terlibat dalam pelaksanaan Program Orang Tua Asuh GENTING.

Masih Hery, keberhasilan menurunkan angka stunting hanya dapat dicapai apabila seluruh pemangku kepentingan memiliki komitmen yang sama. Karena itu, perusahaan akan terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat yangmenyasar kelompok ibu hamil, balita, maupun kader kesehatan sebagai garda terdepan pelayanan di tingkat kampung.

“Kami berharap sinergi yang sudah terbangun tidak berhenti pada penghargaan ini. Justru ini menjadi penyemangat untuk memperkuat kolaborasi sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” katanya lagi.

Sebagai bentuk implementasi di lapangan, PT Berau Coal telah menjalankan sejumlah program pencegahan dan penanganan stunting di wilayah operasionalnya. Perusahaan memberikan pelatihan kompetensi dasar kepada 25 kader Posyandu yang berasal dari Kecamatan Teluk Bayur dan Tepian Buah guna meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan masyarakat.

“Sejauh ini, selain penguatan sumber daya manusia (SDM), perusahaan juga menyalurkan bantuan pemenuhan gizi bagi balita yang mengalami stunting di Kampung Inaran melalui pemberian susu dan telur selama tiga bulan. Intervensi serupa dilakukan kepada ibu hamil yang mengalami anemia di Kelurahan Gunung Tabur dengan penyediaan makanan tambahan selama 120 hari guna menekan risiko gangguan pertumbuhan pada bayi sejak dalam kandungan,” paparnya.

“Tidak hanya itu, dukungan juga diberikan kepada balita yang menjalani penanganan stunting melalui penyediaan suplemen penambah darah yang disalurkan melalui Dinas Kesehatan dan RSUD Abdul Rivai Berau,” lanjut Hery.

Langkah tersebut dinilainya, menjadi bagian dari pendekatan terpadu yang tidak hanya berfokus pada penanganan balita yang telah mengalami stunting, tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan sejak masa kehamilan hingga peningkatan kapasitas kader kesehatan di tingkat kampung.

“PT Berau Coal berharap melalui kolaborasi yang ada upaya percepatan penurunan stunting di Berau dapat berjalan lebih efektif. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan, serta masyarakat diyakini menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat, berkualitas, dan mampu mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan di Berau khususnya, Kalimantan Timur umumnya,” pungkas Hery. (Nht/Bin)

www.swarakaltim.com @2024