SAMARINDA, Swarakaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mempercepat digitalisasi layanan publik di sektor ketenagakerjaan. Melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda, Pemkot resmi mengoperasikan fitur Auto Matching System pada situs tepian.samarindakota.go.id sebagai solusi modernisasi proses seleksi tenaga kerja.
Platform digital ini dirancang untuk menyatukan basis data lowongan kerja dengan profil para pencari kerja secara real-time. Langkah modernisasi ini dipandang krusial guna meningkatkan efisiensi pasar kerja lokal di era transformasi digital.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda, Yuyum Puspitaningrum, mengungkapkan bahwa peluncuran sistem pencocokan data otomatis ini menjadi momentum penting dalam sejarah pelayanan bursa kerja di Kota Samarinda.
“Sistem Auto Matching ini baru pertama kali kita terapkan secara resmi di portal resmi Pemkot Samarinda. Dengan adanya fitur ini, pencari kerja yang sudah mendaftar Kartu Pencari Kerja (AK-1) secara daring cukup mengunggah berkas mereka sekali saja tanpa perlu mencetak dokumen fisik,” kata Yuyum Puspitaningrum, Kamis (23/7/2026).
Yuyum menguraikan bahwa keunggulan utama dari fitur ini terletak pada algoritma rekomendasi otomatis. Setelah melengkapi profil kualifikasi, para pelamar akan menerima pemberitahuan instan mengenai deretan perusahaan terverifikasi yang sedang membutuhkan keahlian mereka.
Interaksi antara pencari kerja dan pihak pemberi kerja dapat dilakukan secara langsung di dalam ekosistem aplikasi tersebut.
“Begitu mendaftar, pencari kerja akan menerima notifikasi rekomendasi perusahaan yang sesuai di aplikasi atau surat elektronik mereka. Pelamar bisa langsung berinteraksi dan melamar ke perusahaan tersebut. Hal ini membuat proses rekrutmen menjadi jauh lebih cepat dan transparan,” ulas Yuyum.
Inovasi ini dikembangkan secara bertahap sejak 2022 melalui sinergi intensif bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda. Evaluasi berkelanjutan terhadap kebutuhan pasar kerja menjadi alasan utama direalisasikannya fitur pencocokan otomatis ini pada tahun ini.
Disnaker menilai bahwa metode rekrutmen konvensional kerap memicu kelambatan penyerapan tenaga kerja akibat lambatnya alur distribusi informasi lowongan.
“Kami melihat ada celah yang harus dijembatani antara tingginya jumlah pencari kerja dan ketersediaan lowongan. Karena itu, kami bekerja sama dengan Diskominfo untuk menyempurnakan portal Tepian ini. Kami berharap pertama kali diterapkannya fitur ini dapat mendongkrak persentase kelulusan dan penempatan kerja warga Samarinda,” tutupnya.(DHV)