Komitmen Pemkot Bontang Pertahankan Gaji dan TPP ASN hingga Akhir 2026

BONTANG, Swarakaltim.com – Pemerintah Kota Bontang memastikan gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap dipertahankan hingga akhir 2026.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Bontang Neni Moernaeni di tengah kondisi fiskal daerah yang mengalami tekanan akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.

Menurut Neni, mempertahankan kesejahteraan ASN menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga perputaran ekonomi daerah. Sebab, belanja yang dilakukan ASN di dalam kota turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

“InsyaAllah sampai akhir 2026 TPP dan gaji ASN tidak ada terpotong. Itu komitmen saya dan Pak Wakil,” ucap Neni, Sabtu (15/8/2026).

Neni mengatakan, ASN menjadi salah satu kelompok yang berkontribusi besar terhadap perputaran ekonomi daerah. Karena itu, pihaknya mendorong agar gaji yang diterima ASN tetap dibelanjakan di Bontang sehingga roda perekonomian masyarakat terus bergerak dan daya beli tetap terjaga.

Konsekuensinya, pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian terhadap sejumlah belanja pembangunan, khususnya infrastruktur.

“Untuk infrastruktur kami dahulukan yang mendesak. Misalnya saluran drainase dan pembangunan jalan. Untuk gaji pegawai tetap full,” sambungnya.

Diketahui, Pemkot Bontang bersama DPRD menyepakati APBD Perubahan 2026 sebesar sekitar Rp1,9 triliun untuk membiayai program dan kegiatan hingga akhir tahun.

Nilai tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya seiring berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat. Kondisi ini membuat pemerintah daerah harus melakukan efisiensi dan menentukan kembali skala prioritas belanja.

Di sisi lain, Neni mengungkapkan masih terdapat Dana Kurang Salur yang menjadi hak Pemkot Bontang sebesar sekitar Rp402 miliar yang belum diterima secara penuh.

Dari jumlah tersebut, kata Neni, baru sekitar Rp12 miliar yang telah dialokasikan atau disalurkan.

Kondisi tersebut turut menjadi perhatian pemerintah daerah dalam menjaga kemampuan fiskal sekaligus memastikan belanja yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, termasuk pembayaran gaji dan TPP ASN, tetap berjalan hingga akhir tahun.(Adv/rzky)

www.swarakaltim.com @2024